Jumat , 13 October 2017, 07:36 WIB

Bank Dunia Sebut Tiga Hal Ini Masih Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

Red: Nidia Zuraya
pixabay
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan agenda Pertemuan Tahunan IMF-WB 2017 adalah membahas tantangan dan kesempatan yang dihadapi dalam menghadapi persoalan ekonomi global.

"Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota akan berkumpul untuk membahas tantangan dan kesempatan yang kita hadapi sebagai komunitas global," kata Kim dalam jumpa pers jelang pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2017 di Washington DC, AS, Kamis (12/10).

Kim mengatakan pertemuan yang akan berlangsung ini dapat memberikan arah yang lebih cerah untuk mendukung kehidupan masyarakat dan agenda ekonomi global tahun 2018. Ia menjelaskan saat ini ekonomi global mulai mengalami akselerasi setelah selama bertahun-tahun mengalami perlemahan meski masih terdapat sejumlah risiko.

"Nilai perdagangan meningkat, tapi investasi tetap lemah. Kami melihat risiko yang akan muncul adalah potensi proteksionisme, ketidakpastian kebijakan, dan kemungkinan guncangan di pasar keuangan yang bisa mengganggu pemulihan rapuh ini," ujar Kim.

Kim menambahkan pertumbuhan ekonomi yang mulai terlihat di berbagai negara maju dan berkembang harus didukung oleh adanya reformasi dan kebijakan memadai agar perlemahan tidak terjadi di kemudian hari.

"Negara-negara butuh ketahanan dalam menghadapi tantangan yang terus beragam, termasuk dampak dari perubahan iklim, bencana alam, konflik, pengungsian secara paksa, wabah dan penyakit lainnya," katanya.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, Bank Dunia akan terus mendukung pentingnya pembiayaan untuk pembangunan, mendukung peran swasta untuk pencapaian tujuan pembangunan serta memastikan dana publik dimanfaatkan untuk investasi bagi sumber daya manusia.

Kim menambahkan salah satu program Bank Dunia yang baru diluncurkan untuk mendukung investasi dalam sumber daya manusia adalah "Human Capital Project".

"Kami mengharapkan proyek ini bisa menyakinkan kepala pemerintahan dan menteri keuangan bahwa investasi jangka panjang kepada manusia bisa meningkatkan ekonomi dan tercipta ruang politik bagi rencana ini," kata Kim.

Kim memastikan Bank Dunia akan bekerja dengan para ahli dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan untuk mewujudkan proyek tersebut karena dalam jangka panjang rencana ini bisa memberikan perubahan, sama seperti peluncuran laporan Doing Business 15 tahun lalu. 

Sumber : Antara/Reuters