Kamis , 12 October 2017, 09:26 WIB

Industri Jepang Resah Terkait Pemalsuan Sertifikasi Baja

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Business Week
Pabrik mobil di Jepang, ilustrasi
Pabrik mobil di Jepang, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sejumlah produsen mobil, kereta api, dan pesawat terbang di Jepang menyelidiki material produk mereka menyusul adanya pemalsuan sertifikat kualitas baja yang dilakukan oleh Kobe Steel. Produsen mobil ternama seperti Toyota, Nissan, dan Honda termasuk perusahaan yang menggunakan baja dari Kobe Steel.

Dilansir BBC News, Kamis (12/10), Hitchi Ltd menyatakan bahwa kereta terbarunya di Inggris menggunakan baja dari Kobe Steel, namun mereka menjamin produk yang digunakan sudah melalui proses lulus uji yang ketat. Sementara, produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengatakan tidak menemukan masalah keamanan terkait adanya dugaan pemalsuan sertifikat kualitas baja Kobe Steel.

Produsen mobil asal Jepang, Mazda menggunakan aluminium buatan Kobe Steel untuk bagian kap mobil. Juru bicara Mazda mengatakan, pihaknya belum membuat tindakan apapun hingga penyelidikan selesai. Di sisi lain, Honda juga menggunakan aluminium yang diproduksi oleh Kobe Steel untuk bagian pintu dan beberapa bagian lainnya.

Saham Kobe Steel telah turun hampir 40 persen dalam dua hari terakhir. Perusahaan pembuat baja terbesar ketiga di Jepang tersebut telah mengakui bahwa data sertifikasi kualitas yang dipalsukan melibatkan produk yang dikirim ke lebih dari 200 perusahaan.

Pengakuan Kobe Steel merupakan kasus terbaru dalam serangkaian kasus pelanggaran lain yang melibatkan pabrikan Jepang. Pekan lalu, Nissan Motors menarik lebih dari satu juta kendaraan produksinya setelah mengakui bahwa staf mereka yang tidak memiliki sertifikasi khusus telah melakukan inspeksi akhir untuk kendaraan yang akan dijual di pasar domestik. Selain itu, pembuat airbag Takata juga mengalami penurunan omzet setelah ditemukan kecacatan di sejumlah produknya yang telah menyebabkan kecelakaan fatal di sejumlah negara.

Investor mengaku khawatir dengan dampak finansial dan dampak hukum bagi perusahaan. Rencananya, Presiden Kobe Steel Hiroya Kawasaki akan bertemu dengan pejabat senior di Kementerian Industri Jepang.

Berita Terkait