Rabu , 11 Oktober 2017, 10:37 WIB

Alibaba Investasi Besar untuk Teknologi Kecerdasan Buatan

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
REUTERS
Alibaba Grup (ilustrasi)
Alibaba Grup (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING -- Alibaba Group Holding Ltd akan merogoh kocek sekitar 15 miliar dolar AS untuk berinvestasi di bidang penelitian dan pengembangan teknologi dalam tiga tahun ke depan. Investasi ini bertujuan untuk mendorong bisnisnya dan mengeksplorasi proyek-proyek yang dapat meningkatkan industri e-commerce.

Raksasa e-commerce asal Cina tersebut berencana mendirikan tujuh laboratorium penelitian dan mempekerjakan 100 ilmuwan di seluruh dunia untuk mengembangkan teknologi artificial intelligence. Rencana Alibaba Group ini sesuai dengan target regulator yang ingin menjadikan Cina menjadi pemimpin global dalam kecerdasan buatan.

"Laboratorium pengembangan ini akan membantu mengembangkan seluruh lini bisnis Alibaba, dan akan menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi generasi mendatang," ujar Chief Technology Officer Alibaba Group Jeff Zhang dilansir Bloomberg, Rabu (11/10).

Alibaba Discovery, Adventure, Momentum and Outlook (DAMO) Academy akan mendirikan laboratorium di Cina, Amerika Serikat, Israel, dan Singapura yang berkolaborasi dengan sejumlah universitas. Alibaba DAMO Academy merupakan program penelitian global yang dimiliki oleh Alibaba Group. Beberapa universitas yang akan digandeng yakni University of California di Berkeley, Universitas Princeton, dan Universitas Harvard.

Alibaba sudah memiliki 25 ribu staf insinyur dan ilmuwan untuk mengembangkan penelitian di bidang teknologi baru. Rata-rata Alibaba menghabiskan 3 miliar dolar AS per tahun untuk penelitian tersebut.

Berita Terkait