Kamis , 20 July 2017, 00:52 WIB

Pangeran William dan Istri Bertemu Kaselir Jerman

Red: Agus Yulianto
EPA
Pangeran William dan Kate Middleton serta anak-anaknya.
Pangeran William dan Kate Middleton serta anak-anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pangeran William dan istrinya Kate bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu (19/7). Pertemuan ini sebagai bagian dari upaya untuk menopang hubungan dengan negara-negara Uni Eropa sebelum Inggris meninggalkan blok tersebut.

William--yang berada di urutan kedua tahta Inggris--dan Kate, bertemu Merkel untuk makan siang di kantor kanselir di Berlin, diharapkan membahas masalah bilateral, politik Eropa, isu global dan kerja sukarela dengan pemimpin Jerman pro-Eropa.

Para bangsawan muda itu datang bersama anak-anak mereka - Pangeran George, yang berusia empat tahun bulan ini, dan Putri Charlotte yang berusia dua tahun. Mereka akan berkunjung ke Gerbang Brandenburg dan Berlin Holocaust Memorial, sebelum menghadiri sebuah pesta untuk merayakan ulang tahun ke-91 Ratu Elizabeth.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tur empat hari ke Polandia dan Jerman yang menggelar peringatan dan pertemuan Perang Dunia Kedua dengan penduduk setempat.

Sebelumnya, negosiasi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa tidak mungkin selesai tepat waktu pada awal 2019. "Dan tindakan sementara mungkin diperlukan sebelum kesepakatan akhir tercapai," kata Perdana Menteri Erna Solberg dari non-Uni Eropa Norwegia.

Negara Nordik itu mengikuti dengan seksama pembicaraan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, karena hasilnya akan sangat memengaruhi masa depan hubungannya dengan Inggris, mitra dagang terbesarnya.

Pada akhir Mei, Perdana Menteri Inggris Theresa May, mengatakan, siap untuk meninggalkan perundingan Brexit tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa, jika kesepakatan tersebut tidak cukup baik.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Inggris akan diperlakukan dengan adil oleh Uni Eropa setelah keluar dari kelompok tersebut, namun Brexit tetap memiliki dampak.

Inggris secara resmi mengumumkan niat meninggalkan kelompok 28 negara tersebut pada Maret dan menyatakan keinginannya tetap menjaga hubungan dekat dengan Uni Eropa saat keluar.

Baru-baru ini, Merkel berulang kali menyatakan, bahwa Inggris pasti tahu negara itu tidak bisa mengharapkan hubungan sedekat dulu lagi jika sudah tidak menjadi anggota.

Pada bulan lalu, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan, Inggris harus mengerti bahwa London tidak akan memiliki kelebihan daripada 27 sejawatnya di Uni Eropa begitu perundingan mengenai pengeluaran negara itu (Brexit) dari kelompok tersebut selesai.

Kanselir Angela Merkel juga memperingatkan warga Inggris tidak menipu diri bahwa mereka akan terus menikmati hak Uni Eropa setelah Brexit dan bersikeras bahwa kelompok tersebut hanya akan menyepakati masa depan hubungan dengan London setelah mereka memutuskan kesepakatan keluar.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengumumkan, Uni Eropa akan mengeluarkan pedoman soal perundingan pemisahan Inggris dari Uni Eropa. "Sebagian besar masyarakat Eropa, termasuk hampir setengah pemilih Inggris berharap kita tetap bersama, tidak terpisah," kata Tusk.

Bersamaan dengan pernyataan Tusk kepada media massa, Dewan Eropa mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan surat pemberitahuan dari Inggris bahwa negara itu memisahkan diri dari Uni Eropa.







Sumber : Antara/Reuters