Kamis , 05 Oktober 2017, 11:22 WIB

Kisruh Bombardier-Boeing, Menlu Irlandia Temui Mendag AS

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Pesawat terbang. ilustrasi
Pesawat terbang. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Irlandia Simon Coveney datang menemui Menteri Perdagangan AS Wibur Ross di Amerika Serikat (AS) pada kemarin sore. Tujuannya, ia ingin membahas tentang dampak potensial yang ditimbulkan dari perdagangan Bombardier-Boeing di Irlandia Utara.

Coveney mengatakan kepada Ross bahwa keamanan ekonomi di Irlandia Utara sangat penting untuk proses perdamaian. Pasalnya, pekan lalu Departemen Perdagangan AS mengusulkan pajak impor 220 persen untuk pesawat Bombardier's C-Series. Pergerakan itu terjadi setelah ada keluhan dari pembuat pesawat lawan yakni Boeing.

Setelah pertemuan itu, Coveney mengaku telah mengatakan soal keputusan akhir yang harus diulang jika temuan awal melawan Bombardier harus diulang. Menurutnya, implikasi bagi para pekerja perusahaan di Belfast akan sangat serius dan dampaknya terhadap ekonomi Irlandia Utara akan disebutkan.

"Sementara saya menghargai ini adalah perselisihan komersial yang harus diadili oleh pemerintah AS. Maka tetap penting sebagai penjamin koalisi dalam Perjanjian Jumat Agung. Kekhatwatiran Pemerintah Irlandia terhadap potensi kerugian itu disampaikan pada tingkat tertinggi," jelas Coveney seperti dikutip BBC, Kamis, (5/10).

Sebagai informasi, perusahaan dirgantara Kanada telah mempekerjakan lebih dari 4.000 orang di empat lokasi di Irlandia Utara. Sedangkan komponen dari jet C-Series diproduksi di pabrik yang dibangun di Belfast Timur, tapi banyak pula perusanaan lokal lainnya terlibat dalam rantai pasokan.

Pajak ganti rugi secara signifikan akan menaikkan harga jet di pasar AS dan mengancam masa depan produk. Pasalnya, Boeing mengambil alih kasus tersebut setelah menuduh Bombardier melakukan praktik anti persaingan.