Selasa , 14 August 2012, 21:29 WIB

Dubes Cina Terus Dorong Investasi ke Indonesia

Red: Djibril Muhammad
Antara/Widodo S Jusuf
  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Rakyat Cina, Liu Jianchao (kiri), di Istana Merdeka.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Rakyat Cina, Liu Jianchao (kiri), di Istana Merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao akan terus mendorong investor dari negaranya untuk menanamkan investasi mereka di Indonesia.

"Salah satu yang menjadi fokus saya ke depan adalah mendorong perusahaan dan investor Tiongkok (Cina) untuk terus melakukan investasi ke Indonesia," kata Duta Besar China Liu Jianchao di Jakarta, Selasa (14/8).

Menurut Dubes, baik Indonesia maupun Cina masing-masing berperan saling mengisi sebagai pasar ekspor yang penting dan perusahaan-perusahaan Cina menaruh minat yang tinggi antara lain ke sektor infrastruktur, manufaktur, mineral dan penanaman modal di Indonesia.

Namun Indonesia perlu mengenalkan dan menjamin lingkungan investasi yang sehat bagi para calon investor dari Cina mengingat perusahaan-perusahaan Cina baru melakukan investasi ke luar negaranya dalam sepuluh tahun terakhir, kata Dubes saat ditemui dalam acara diskusi sekaligus buka puasa bersama di kediamannya di Jakarta.

"Sebelumnya, mereka hanya melakukan investasi domestik untuk mendorong cepat perkembangan ekonomi dalam negeri Cina," kata Jianchao.

Tidak mengherankan jika dalam usahanya selama 30 tahun terakhir, Cina mempunyai jaringan jalan tol terbesar di dunia serta jaringan rel kereta api terbesar kedua di dunia, kata dia.

"Jadi untuk lebih paham pasar dan percaya itu membutuhkan waktu. Selain itu, Indonesia juga harus menjamin baiknya lingkungan hukum, manajemen, sosial budaya, kebijakan luar negeri dan lain-lain agar meyakinkan para investor untuk percaya kepada pasarnya," kata Dubes.

Menurut Dubes, saat ini Indonesia dan Cina sama-sama mengalami lonjakan ekonomi dan dia akan selalu sama-sama berupaya memperkuat hubungan ekonomi yang selama ini telah berjalan.

"Prinsip Cina dalam kerja sama itu kalau bisa saling menguntungkan jangan hanya menguntungkan satu pihak saja," kata Dubes yang juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra dagang terbesar Cina di kawasan Asia.

"Saya yakin dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan jika Indonesia tetap bisa menjaga stabilitas ekonomi dan lingkungan investasi yang baik, maka investasi China ke Indonesia akan semakin meningkat dan menonjol," kata Dubes.

Cina mencatat volume perdagangan kedua negara pada 2011 sebesar kurang lebih 60,5 miliar dolar AS, sementara untuk periode Januari hingga Mei tahun ini, volume dagang kedua negara sudah mencapai nilai 26,5 miliar dolar AS.

Selain sektor perdagangan dan investasi, hal yang menjadi prioritas bagi Dubes Jianchao adalah kerja sama di bidang politik dan keamanan.

"Sudah lebih dari 20 tahun kedua negara berhenti dalam hubungan diplomatik, namun persahabatan antarkedua negara tidak terhenti dalam rentang waktu tersebut. Saat ini sangat penting dan baik untuk memperdalam pemahaman dan kepercayaan bagi kedua negara," kata Dubes.

Sumber : Antara