Kamis , 14 September 2017, 10:54 WIB

Saham Baihe Jatuh Setelah Anggota VIP-nya Bunuh Diri

Red: Nidia Zuraya
Tampilan halaman muka laman kencan Baihe.com
Tampilan halaman muka laman kencan Baihe.com

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Saham Baihe.com yang merupakan laman kencan dalam jaringan terbesar di Cina jatuh lebih dari separuh harga. Hal itu disebabkan oleh kegagalan situs tersebut memverifikasi informasi pribadi tentang seorang perempuan yang diduga mendorong bekas suaminya yang merupakan pengusaha teknologi informasi ternama nekat melakukan bunuh diri di Beijing pada Kamis (7/9) lalu.

Su Xiangmao (37), pendiri aplikasi WePhone (mirip Skype) mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan pesan yang menuduh bekas istrinya Zhai Xinxin telah berbohong saat pertama kali mereka berkenalan di situs kencan jiayuan.com dan memeras korban setelah pernikahannya yang berlangsung hanya sebulan itu kandas.

Korban menganggap Zhai berbohong soal usia, riwayat pernikahan, dan keterangan profilnya di akun situs tersebut, demikian laporan South China Morning Post, Kamis (14/9). Namun media tersebut belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Zhai mengenai tuduhan korban itu.

Saham Baihe.com turun drastis pada Rabu (13/9), setelah kematian Su menimbulkan perdebatan panas di jagat maya. Perdebatan seputar kewajiban penyedia jasa situs kencan memverifikasi akuntabilitas data anggotanya. Warganet menyalahkan jiayuan.com yang tidak melakukan hal itu sehingga muncullah kasus Zhai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Zhai diduga meminta uang kepada korban senilai 10 juta renminbi atau sekitar Rp 21 miliar dan properti setelah mereka berpisah. Pasangan tersebut bertemu di situs jiayuan.com pada 30 Maret 2017. Kemudian pada 7 Juni 2017, keduanya menikah. Namun pada 18 Juli 2017, keduanya bercerai, demikian ungkap saudara lelaki Su di situs media sosial Weibo, Sabtu (9/9).

Shijijiayuan selaku pengelola jiayuan.com, pada Ahad (10/9), di akun Weibo memastikan bahwa Su dan Zhai merupakan anggota VIP dan mendaftarnya menggunakan identitas asli. Pihaknya berjanji akan bekerja sama dengan kepolisian dalam penyelidikan kasus itu.

Seorang staf jiayuan.com mengatakan, para pengguna tidak perlu memasukkan identitas pribadi saat mendaftar karena cukup dengan nomor telepon.

Di Cina terdapat sejumlah situs kencan, di antaranya baihe.com dan zhenai.com, tapi tidak satu pun yang mempersyaratkan pendaftaran dengan identitas asli. Pada 2015 Baihe.com mengakuisisi kompetitor terbesarnya, jiayuan.com, untuk kemudian dimerger.

Sumber : Antara

Berita Terkait