Kamis , 14 September 2017, 11:11 WIB

Perluas Ekspansi Bisnis, Amazon Berencana Buka Gudang Besar di Meksiko

Rep: IIT SEPTYANINGSIH/ Red: Winda Destiana Putri
amazon
amazon

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Amazon.com Inc berencana membuka gudang seluas satu juta kaki persegi di dekat Kota Meksiko. Sumber informasi mengatakan, pembukaan itu bertujuan meningkatkan kehadirannya di industri e-niaga Meksiko yang baru lahir.

Gudang baru tersebut nantinya dibangun di Kota Tepotzolan sekitar 25 mil atau 40 kilometer (Km) di utara ibukota Meksiko. Menurut empat ahli real estate di Meksiko, fasilitas gudang meliputi tiga ratus ruang distribusi Amazon yang menampung sekitar 120 juta calon konsumen. Diharapkan pembangunannya bisa selesai tahun depan.

Meski begitu, Juru Bicara Amazon Julio Gil menolak berkomentar mengenai rencana pembangunan gudang baru di Meksiko. Ia mengatakan, unit Amazon di Meksiko, bertujuan untuk memperluas penawaran produk, menawarkan pengiriman lebih cepat, dan membuay proses pembelian menjadi lancar serta seaman mungkin bagi konsumen. "Kami mencoba menghilangkan gesekan," ujar Gil, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/9).

Amazon hadir di Meksiko di tengah pembicaraan untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara yang bisa menguntungkan pengecer di Seattle. Tentunya hal itu terjadi bila Amerika Serikat (AS) berhasil membujuk Meksiko untuk menaikkan batas hingga 50 dolar AS pada nilai pembelian online yang dapat diimpor bebas bea.

Maka, Amazon termasuk pendatang baru di Meksiko. Perusahaan ini pernah membuka situs e-book Kindle untuk pelanggan di Meksiko pada 2013, lalu berkembang menjadi penjualan barang fisik pada dua tahun lalu.

Hanya saja, pertumbuhan Amazon lebih cepat dibandingkan pesaingnya seperti Wal-Mart Stores Inc. Bahkan berdasarkan riset pasar Euromonitor International, tahun lalu Amazon membukukan penjualan sebanyak 253 juta dolar AS di Meksiko. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Meksiko tampaknya memang tempat yang logis bagi Amazon untuk berkembang. Sebagai informasi, hampir tiga persen dari keseluruhan penjualan eceran di Meksiko merupakan belanja online sedangkan di AS mencapai lebih dari 10 persen. Hal itu karena, beberapa pembeli di Meksiko mewaspadai kecurangan online dan banyak yang tidak memiliki kartu kredit.

Beberapa analis percaya, Amazon bersedia mengambil risiko tersebut sebab tengah berlomba untuk naik di pasar luar negeri. Pasalnya pesaing seperti Alibaba dari Cina pun bergerak cepat. "Amazon tidak takut terjun ke pasar baru dengan cara sangat besar dan hitungan besar. Katakanlah, 10 tahun ke depan ini akan menjadi besar dan menguntungkan," ujar Menaging Director di perusahaan riset ritel GlobalData Neil Saunders.

Perlu diketahui, saham Amazon naik lebih dari 1 persen pada Rabu. Dengan begitu mencapai 994,10 dolar AS per lembar saham.

Sumber : Center