Jumat , 11 August 2017, 08:59 WIB

Softbank Suntik Investasi Rp 33,317 Triliun ke Pesaing Amazon

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Logo amazon
Logo amazon

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Raksasa investasi dan telekomunikasi Jepang, Softbank, memastikan Flipkart memiliki banyak uang untuk melawan dorongan agresif Amazon ke India.

Perusahaan tersebut mengucurkan 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 33,317 triliun (kurs Rp 13.327 per dolar AS) ke dalam raksasa e-commerce Amazon dalam apa yang diklaim perusahaan tersebut sebagai kesepakatan pendanaan pribadi terbesar untuk sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di India.

Dilansir dari Mashable, Jumat (11/8), langkah tersebut dilakukan setelah Microsoft, Ebay, dan raksasa teknologi China Tencent semuanya berbaris di belakang Flipkart dengan investasi 1,4 miliar dolar AS pada awal tahun ini. Antara dua pemasukan tersebut, Flipkart kini memiliki dada perang sekitar 4 miliar dolar AS.

"Sangat sedikit ekonomi yang secara global menarik minat yang luar biasa dari para investor papan atas," kata pendiri Flipkart Binny dan Sachin Bansal dalam sebuah pernyataan bersama. "Ini adalah pengakuan atas potensi India yang tak tertandingi untuk menjadi pemimpin dalam teknologi dan e-commerce dalam skala besar."

Mungkin butuh setiap sen gudang senjata itu. CEO Amazon Jeff Bezos telah memutuskan bahwa India adalah pasar prospektif teratas perusahaan di luar negeri dan menjanjikan lebih dari 5 miliar dolar AS untuk melakukan ekspansi di sana.

Softbank, seorang investor teknologi yang produktif berkat Vision Fund senilai 100 miliar dolar AS, yang sebelumnya didukung pesaing Flipkart, Snapdeal, dan mencoba untuk menjadi perantara merger antara kedua perusahaan tersebut, sebelum perundingan akhirnya kandas bulan lalu.

"India adalah lahan yang memiliki banyak kesempatan," CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Kami ingin mendukung perusahaan inovatif yang merupakan pemenang yang jelas di India."

Dana investasi Softbank, yang kini menjadi salah satu pemegang saham Flipkart terbesar, juga didukung oleh di antaranya pemerintah Arab Saudi, Apple, Qualcomm, dan manufaktur Foxconn kelas berat.

Flipkart juga baru-baru ini mengambil alih operasi Ebay di India sebagai bagian dari kesepakatan investasi.

Sementara itu, Amazon telah melakukan gerakannya sendiri. Hal yang berhasil diperkenalkan adalah diskon ekstravaganza Prime Day di negara itu bulan lalu dan baru-baru ini mendapat persetujuan dari pemerintah India untuk mulai menjual bahan makanan.