Kamis , 10 Agustus 2017, 08:51 WIB

Google Palsu Tipu Pelanggan di Inggris Hingga 2,5 Tahun

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Dok: Google
Google Apps. Ilustrasi
Google Apps. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perusahaan Google palsu yang berbasis di Manchester telah ditutup setelah dilakukan penyelidikan oleh Insolvency Service Inggris. Badan tersebut mengatakan, Google palsu yang didirikan di bawah perusahaan Movette tersebut menggunakan metode penipuan dengan menagih sejumlah uang atas penggunaan Google My Business, yang sebetulnya merupakan layanan gratis.

Dilansir BBC News, Kamis (10/8), Movette telah menjalankan bisnis selama dua setengah tahun sebelum akhirnya masuk di Pengadilan Tinggi. Movette sudah menerima pemasukan lebih dari 500 ribu poundsterling atas penipuan tersebut. Tagihan yang dibebankan oleh Movette kepada para korbannya yakni antara 199 poundsterling sampai 249 poundsterling per tahun. Tagihan ini untuk mengelola entri mereka di Google My Business.

Google My Business merupakan layanan yang mendorong perusahaan untuk berbagi informasi dan gambaran mengenai bisnis mereka. Layanan ini juga membantu perusahaan teknologi dalam menampilkan daftar yang relevan di perangkat Search and Maps.

Insolvency Service melakukan penyelidikan berdasarkan keluhan dari masyarakat. Salah satu pelanggan sempat menuliskan kekhawatirannya di situs Who Called Me. Dalam situs itu, seorang pelanggan tersebut menyatakan, ada sebuah perusahaan yang menghubunginya untuk memberi info bahwa halaman Google miliknya akan kadaluarsa. Perusahaan itu selalu membujuk setiap hari agar pelanggan membayar sejumlah tagihan untuk memperpanjang akunnya di Google.

Jika pelanggan tidak mau membayar, perusahaan tersebut mengancam akan membawa ke pengadilan. Insolvency Service Inggris mencatat, praktik bisnis yang dijalankan oleh Movette serupa dengan perusahaan lain yakni Online Platform Management Consultants Ltd yang telah ditutup pada April 2015.