Rabu , 09 Agustus 2017, 06:58 WIB

Wall Street Melemah Setelah Komentar Korut Trump

Red: Indira Rezkisari
AP
Bursa saham di Wall Street
Bursa saham di Wall Street

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada Selasa (8/8) waktu AS atau Rabu (9/8) pagi WIB. Pelemahan terjadi setelah aksi jual merebak pada sore hari karena investor melarikan diri ke tempat investasi aman menyusul janji Presiden AS Donald Trump akan merespons secara agresif setiap ancaman dari Korea Utara.

Setelah menyesuaikan kembali dari rekor tertinggi di awal sesi, tiga indeks utama Wall Street merosot setelah Trump mengatakan bahwa Korea Utara "akan disambut dengan api dan kemarahan" yang belum pernah dunia lihat sebelumnya, jika mengancam Amerika Serikat. "Tanggapan Trump sangat agresif dan itulah mengapa pasar berbalik lebih rendah," kata Ken Polcari, Direktur divisi lantai NYSE Divisi di O'Neil Securities.

Jepang mengatakan pada Selasa (8/8) bahwa Korea Utara kemungkinan sudah mengembangkan hulu ledak nuklir. Jepang juga memperingatkan adanya ancaman akut dengan program persenjataannya karena Pyongyang terus melakukan uji coba nuklir dan peluru kendali yang menentang sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Para investor, yang mengambil laporan Korea Utara dari Jepang di langkah mereka pada pagi hari, kehilangan selera untuk mengambil risiko, setelah komentar Trump kepada reporter saat liburan di klub golf-nya di New Jersey.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 33,08 poin atau atau 0,15 persen menjadi 22.085,34 poin, mematahkan rekor penutupan tertinggi selama sebilan hari berturut-turut. Indeks S&P 500 kehilangan 5,99 poin atau 0,24 persen menjadi ditutup pada 2.474,92 poin dan indeks Komposit Nasdaq turun 13,31 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 6.370,46 poin.

Indeks Volatilitas CBOE, lebih dikenal dengan VIX dan barometer perkirakan volatilitas pasar saham dalam jangka pendek yang paling banyak diikuti, ditutup pada level 10,96, tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir. Sebanyak 10 sektor dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah setelahnya komentar Trump, dengan satu-satunya keuntungan terlihat di sektor utilitas, yang dilihat sebagai sebuah proxy obligasi karena lamban tapi pertumbuhan dan dividennya dapat diprediksi.

Sektor utilitas ditutup naik 0,3 persen, sedangkan sektor material menjadi penderita kerugian terbesar dalam S&P dengan penurunan 0,9 persen. Volume perdagangan juga naik di sore hari dalam apa yang telah menjadi sesi musim panas yang sepi ketika Kongres AS diperkirakan akan berada dalam masa reses sampai 5 September.

S&P belum bergerak lebih dari 0,5 persen dalam satu hari sejak Juli dan telah jatuh lebih dari satu persen hanya dua kali tahun ini. Indeks sektor keuangan memberi keuntungan setelah diberitakan regulator asuransi California akan menyelidiki apakah Wells Fargo & Co dan sebuah perusahaan asuransi merugikan warga dengan menjual asuransi yang tidak mereka butuhkan. Wells Fargo masih berakhir naik 0,3 persen pada 52,71 dolar AS.

Saham Michael Kors berakhir 21,5 persen, setelah pembuat barang mewah itu menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuh.

Jumlah saham turun lebih banyak dari yang menguat di NYSE dengan rasio 1.73 berbanding satu, di Nasdaq dengan rasio 1.47 terhadap satu. Sekitar 6,22 miliar saham berpindah tangan di bursa saham AS, sedikit di atas rata-rata 6,15 miliar untuk 20 sesi terakhir.



Sumber : Antara