Rabu , 09 August 2017, 05:00 WIB

Di AS, Perusahaan Startup Lebih Sulit Dapat Pembiayaan

Red: Nidia Zuraya
expertbeacon.com
Startup. Ilustrasi
Startup. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan-perusahaan rintisan atau startup lebih sulit mendapatkan pembiayaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan mapan, meskipun mereka merupakan pendorong utama pertumbuhan pekerjaan AS, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve New York menunjukkan pada Selasa (8/8).

Laporan tersebut menemukan bahwa perusahaan rintisan yang berusia lima tahun atau dua kali lebih muda, lebih mungkin untuk menambahkan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil yang telah mapan.

Perusahan rintisan menyumbang 34 persen dari semua perusahaan induk AS dan hampir 20 persen dari penciptaan lapangan pekerjaan kotor, laporan tersebut mengutip sebuah penelitian dari luar pada 2014.

Menurut laporan tersebut, perusahaan rintisan lebih cenderung mengajukan permohonan pembiayaan daripada perusahaan-perusahaan yang mapan, namun mereka cenderung mengajukan permohonan untuk jumlah yang lebih kecil yaitu 100 ribu dolar AS atau kurang dalam pembiayaan.

Ditemukan bahwa 69 persen pemohon perusahaan rintisan menghadapi kekurangan keuangan, dibandingkan dengan 54 persen perusahaan mapan. Lebih dari separuh startups menghindari utang atau kurang antusias mengajukan kredit.

"Kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan yang cukup ini sangat akut untuk rintisan awal (0-2 tahun), dan mereka memiliki tingkat kegagalan yang lebih tinggi daripada rintisan tahap kedua (3-5 tahun)," kata laporan tersebut.





Sumber : Antara/Xinhua

Berita Terkait