Selasa , 18 July 2017, 06:25 WIB

Dolar AS Menguat Meski Kenaikan Suku Bunga Fed Diragukan

Red: Nidia Zuraya
Andika Wahyu/Antara
Dolar AS
Dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (17/7) atau Selasa (18/7) pagi WIB, meskipun pasar meragukan mengenai apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Dengan tidak adanya data utama minggu ini, para investor terus mempertanyakan keyakinan The Fed terhadap rebound inflasi, kata para analis. Data inflasi terakhir telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed berikutnya pada tahun ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Semua Konsumen Perkotaan tidak berubah pada Juni, disesuaikan secara musiman, departemen tenaga kerja AS melaporkan pada Jumat (14/7), gagal memenuhi konsensus pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik kurang dari 0,01 persen menjadi 95,155 pada perdagangan akhir.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1478 dolar AS dari 1,1466 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,3054 dolar AS dari 1,3089 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7797 dolar AS dari 0,7824 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,63 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,55 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9622 franc Swiss dari 0,9639 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2690 dolar Kanada dari 1.2646 dolar Kanada.





Sumber : Antara