Kamis , 13 July 2017, 15:07 WIB

Investasi Qatar Tetap Aman di Tengah Ketegangan Diplomatik

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih
pixabay
Kota Doha, Qatar
Kota Doha, Qatar

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Sekitar enam miliar dolar AS dana asing keluar dari Qatar sejak terjadinya ketegangan diplomatik dengan negara-negara tetangga. Gubernur Bank Sentral Qatar, Abdullah Saud Al-Thani memastikan jumlah tersebut sama sekali tidak melukai ekonomi negara tersebut.

Al-Thani mengatakan jumlah dana masuk ke Qatar jauh lebih besar dibandingkan dana keluar per Juni 2017. Sistem perbankan Qatar juga siap memenuhi apapun persyaratan yang diajukan investor supaya tidak memindahkan dananya ke luar negeri. Aliran dana masuk ke Qatar tetap lebih tinggi dibanding dana keluar meski Negara Teluk sedang bergulat dengan isolasi diplomatik.

"Jumlah enam miliar dolar AS itu tidak terlalu signifikan. Sebagian besar dana tersebut dipindahkan investor asing pada hari pertama dan kedua krisis. Kami belum melihat penurunan signifikan dari cadangan devisa kami," katanya, dilansir dari CNBC, Kamis (13/7).

Qatar membantah tuduhan Arab Saudi yang menyebut negara tersebut mendukung terorisme dan bersekutu dengan Iran. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain terus mengambil langkah politik, ekonomi, dan hukum baru melawan Qatar.

Pasar saham Qatar menjadi fluktuatif. Lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit Qatar dari stabil menjadi negatif.

Al-Thani tak ambil pusing dengan dampak krisis terhadap ekonomi dan sistem keuangan negara. Dia mencatat pasar saham Qatar justru menarik lebih banyak minat investor asing.

"Ini bukan spekulasi. Kebanyakan investasi di pasar saham kami adalah jangka menengah dan panjang, demikian juga pasar obligasi," katanya.

Qatar juga sudah menyiapkan buffer untuk sistem perbankannya dengan memenuhi semua persyaratan yang diajukan investot apabila keretakan hubungan meningkat dan investor berbondong-bondong ingin membawa dananya keluar negeri. Sektor perbankan Qatar sejauh ini, kata Al-Thani memiliki aset besar, ditambah aktivitas inter-banking sangat baik di dalam dan luar negeri.

"Semuanya stabil sejauh ini. Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.