Rabu , 14 June 2017, 17:15 WIB

Filipina Rayu Indonesia untuk Impor Nanas

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya
Flickr
Buah nanas.
Buah nanas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja sama antara Indonesia dan Filipina yang cukup baik membuat Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen B Isleta meminta Indonesia mengimpor nanas mereka. Namun hal tersebut masih akan dikaji oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Kami katakan, sampaikan terima kasih kita, pertimbangkan, kami sampaikan Indonesia saat ini sudah swasembada bahkan sudah ekspor nanas," ujarnya usai menjamu rombongan Kedubes Filipina di Gedung Kementerian Pertanian, Rabu (14/6).

Untuk diketahui, tahun ini Indonesia melakukan ekspor buah nanas perdana ke Italia. Sedikitnya18 ton nanas atau satu peti kemas senilai 10 ribu dollar AS dikirim ke Italia dan ditargetkan akan mengirim 20 peti kemas hingga akhir tahun ini.

Buah bernama latin Ananas comosus L tersebut merupakan salah satu komoditas unggul di tanah air. Berdasarkan data statistik produksi hortikultura Kementerian Pertanian, produksi nanas pada 2014 sebesar 1.835.483 ton dengan luas panen 15.617 hektare.

Sementara itu, Indonesia juga menawarkan ekspor bawang merah dan komoditas lain ke negara kepulauan tersebut. Apalagi kini telah tersedia Kapal Roro yang dirintis dari Davao (Filipina) ke Bitung (Manado) dan sebaliknya.

Amran pun meminta Direktorat Jenderal Perkebunan untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan duta besar Filipina.
"Mereka juga mau menerima kelapa dari Sulawesi Utara," katanya.

Dengan adanya ekspor-impor, itu artinya kapal besar itu lebih hemat karena selalu terisi pada saat datang ataupun pulang.
"Jangan kosong pada saat datang dan juga pada saat pulang sehingga ini menguntungkan kedua belah pihak," ujarnya.

Ia berharap, kerja sama perdagangan dalam hal ini ekspor-impor yang terjadi akan mampu meningkatkan perekonomian kedua negara.