Selasa , 21 March 2017, 09:47 WIB

Bisnis Nuklirnya Terancam Bangkrut, Toshiba Lirik Paket Pembiayaan

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya
AP
Pembangkit tenaga nuklir
Pembangkit tenaga nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pengembang pembangkit listrik tenaga nuklir Westinghouse Electric Co LLC yang dimiliki perusahaan elektronik Jepang Toshiba Corp terancam bangkrut. Namun menurut dua orang sumber, Toshiba akan mengambil tawaran paket pembiayaan untuk melewati kebangkrutan tersebut.

Toshiba sedang mengkaji usulan dari lembaga keuangan dan perusahaan investasi yang akan membawa perusahaannya melewati potensi kebangkrutan. Menurut dua orang yang akrab dengan masalah tersebut, paket pembayaan ini diperkirakan melebihi 500 juta dolar AS.

Jika bangkrut, uang tersebut kemungkinan digunakan Westinghouse untuk membayar karyawan dan membangun empat pembangkit listrik tenaga nuklir di Georgia dan Carolina Selatan yang ditugaskan kepada perusahaan utilitas lokal. Ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama yang dibangun di AS selama lebih dari 30 tahun.

Namun sumber tersebut megatakan langkah tersebut adalah persiapan dan belum ada keputusan yang dibuat. Sementara itu, Toshiba sejauh ini mengatakan sedang mempertimbangkan beberapa pilihan untuk Westinghouse, termasuk menjual unit. Namun baik Toshiba dan Westinghouse tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Toshiba mengatakan akan mengambil paket penghapusan nilai piutang sebesar 6,3 miliar dolar AS terkait Westinghouse. Toshiba juga memperoleh perpanjangan dari regulator Jepang hingga 11 April untuk menyerahkan laporan keuangan.

Akuisisi Toshiba terhadap Westinghouse 10 tahun lalu senilai 5,4 miliar dolar AS mewakili taruhan besar pada kebangkitan bahan bakar tersebut. Tapi kini proyek itu menghadapi penundaan konstruksi dalam waktu lama dan pembengkakan biaya hingga miliaran dolar AS.

Sumber : Reuters