Kamis , 16 Maret 2017, 14:56 WIB

Arab Saudi dan Cina Sepakati Perjanjian Bisnis Rp 845 Triliun

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini
reuters
Raja Salman dan Presiden Cina Xi Jinping
Raja Salman dan Presiden Cina Xi Jinping

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Arab Saudi menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan Cina senilai 65 miliar dolar AS atau Rp 845 triliun. Penandatanganan MoU dilakukan saat Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengunjungi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu, pada Kamis (16/3).

Wakil Menteri Luar Negeri Cina Zhang Ming mengatakan, nota kesepahaman yang ditandatangani itu melibatkan banyak sektor, termasuk sektor energi hingga sektor teknologi angkasa. Namun, Zhang tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Presiden Xi Jinping dan Raja Salman adalah teman lama. Kerja sama praktis antara Cina dan Arab Saudi telah menjadi prestasi besar dan memiliki potensi yang sangat besar," kata Zhang.

Raja Salman telah meluncurkan rencana reformasi ekonomi yang ambisius sejak ia naik takhta dua tahun lalu. Kunjungannya ke negara-negara di Asia yang menjadi importir minyak dari Arab Saudi, bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi, termasuk penjualan saham di perusahaan negara Saudi Aramco.

Untuk Saudi Aramco, investasi potensial sejalan dengan strategi untuk memperluas penyulingan, dalam upaya untuk mendiversifikasi aset dan mengamankan perjanjian jangka panjang untuk minyak. Sementara MoU dengan perusahaan Norinco akan fokus pada pembangunan proyek penyulingan di Cina.

Selain itu, Saudi Basic Industries Corp (SABIC) dan Sinopec telah sepakat untuk mengembangkan proyek-proyek petrokimia di Cina dan Arab Saudi. Sinopec dan SABIC adalah salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia, yang bersama-sama mengoperasikan kilang di Tinajin.

Arab Saudi telah berupaya meningkatkan penjualan minyak ke Cina, sebagai pasar minyak terbesar kedua di dunia, dengan bekerja sama dengan tiga perusahaan minyak Cina. Sebelumnya, Arab Saudi telah kehilangan pangsa pasar ke Rusia tahun lalu.

Di Beijing, Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Raja Salman bahwa kunjungannya menunjukkan pentingnya menjalin hubungan lebih erat antara Cina dan Arab Saudi.

"Kunjungan ini akan mendorong dan terus meningkatkan kualitas hubungan kami dan menghasilkan kesepakatan yang baru," kata Xi.


Sumber : Reuters