Senin , 06 Maret 2017, 12:44 WIB

General Motors Umumkan Penjualan Opel dan Vauxhall ke Peugeot

Rep: Frederikus Bata/ Red: Nidia Zuraya
Opel
Opel

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- General Motors (GM) akan mengumumkan kesepakatan seputar penjualan mobil bermerk Vauxhall dan Opel ke Perusahaan Prancis Peugeot dan Citroen (PSA Grup). PSA Grup telah mengatur jadwal konferensi pers bersama GM terkait hal ini, pada Senin (6/3) di Paris.

Baik GM maupun PSA bakal mengkonfirmasi deal yang terjadi sebelum dimulainya motor show di Jenewa pada Selasa (7/3). Seperti dilaporkan BBC, penjulan ini berpotensi mengancam pekerjaan 4500 karyawan di pabrik Vauxhall di Ellesmere Port dan Luton.

Pada Ahad (5/3) pejabat serikat meNgatakan para staf Vauxhall mengalami masa yang menegangkan selama beberapa pekan. Pembelian ini menjadikan PSA perusahaan mobil kedua terbesar di Eropa setelah Volkswagen. PSA juga menyaingi rivalnya di Prancis Renault.

PSA dan Divisi GM di Eropa menjual mobil 4,3 juta unit pada tahun lalu secara keseluruhan dengan pemasukan sebesar 71,6 bilion euro. Opel mengalami kerugian 257 miliar euro berkaitan dengan referendum Inggris dalam Uni Eropa. Berbeda dengan Ford Eropa yang berhasil meraih laba sebelum pajak meskipun nilai poundsterling mengalami penurunan.

Opel gagal meniru Ford atau PSA dalam mengurangi kelebihan kapasitas di pabrik-pabrik. "Kelebihan kapasitas memuat Opel mengalami kerugian lebih dari produsen mobil Eropa lainnya," kata Stefan Bratzel dari pusat manajemen otomotif Jerman.

GM tidak mengizinkan Opel memperluas pasar di Eropa karena melindungi Buick dan Chevrolet. Konsultan manajemen Marc Staudenmayer Opel juga tidak dilepas di pasar Cina lantaran kinerja uamh menurun sejak 2005. "Opel terlalu banyak dikekang oleh GM," ujarnya menambahkan.