Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

IMF Desak Irak Dorong Sektor Nonminyak

Jumat, 22 Maret 2013, 14:10 WIB
Komentar : 0
 Sejumlah warga sedang berbelanja di pasar tradisional di pusat kota Baghdad, Irak beberapa waktu lalu. (Karim Kadim/AP)
Sejumlah warga sedang berbelanja di pasar tradisional di pusat kota Baghdad, Irak beberapa waktu lalu. (Karim Kadim/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Irak akan tumbuh sekitar sembilan persen tahun ini. Pertumbuhan tersebut dibantu oleh meningkatnya produksi minyak. Namun, IMF meminta pemerintah Irak perlu berbuat lebih banyak untuk mendorong kontribusi bisnis swasta non-minyak terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Sepuluh tahun setelah perang AS di Irak, IMF mengatakan negara itu telah berhasil mempertahankan stabilitas makroekonomi meskipun kondisi politik dan keamanan yang masih sulit. Pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen tahun lalu didukung oleh kenaikan produksi minyak dan aktivitas non-minyak yang 'kuat'. Pertumbuhan harus didorong lagi tahun ini karena produksi minyak diperkirakan naik sekitar 10 persen menjadi 3,3 juta barel per hari.

Dalam laporan tertulisnya, IMF menyebutkan Irak berhasil menekan laju inflasi hingga enam persen pada 2012 dan harus lebih rendah lagi pada tahun ini. Sementara jumlah cadangan devisa Bank Sentral Irak meningkat menjadi 70 miliar dolar AS pada akhir tahun lalu.

Namun IMF mengatakan Baghdad memerlukan kontrol yang lebih baik dari belanja negara, termasuk mengakhiri pengeluaran off-budget dan mendesak Bank Sentral Irak untuk meningkatkan pengawasan bank dan memperlunak liberalisasi pasar valuta asing. Selain itu pemerintah perlu merumuskan strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan sektor non-minyak, membuka lebih banyak kesempatan untuk bisnis swasta dan memberikan lebih banyak ruang bagi bank-bank swasta.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...