Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

StandChart Gandeng ADB Dukung Microfinance Asia

Kamis, 07 Maret 2013, 14:01 WIB
Komentar : 0
AP
Standard Chartered

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Standard Chartered Bank (StandChart) bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk mendukung pertumbuhan sektor microfinance di Asia. Dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/3), menyebutkan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat tidak mampu di negara-negara berkembang anggota ADB.

Melalui program ini, StandChart bertujuan untuk memulai layanan portofolio 150 juta dolar Singapura untuk pinjaman kelembagaan microfinance di seluruh Asia.Sementara ADB akan membagi risiko melalui program Risk Participation and Guarantee pada portofolio ini hingga 75 juta dolar Singapura. Program regional ini akan berlangsung hingga Desember 2018.

Dukungan ADB akan memungkinkan StandChart untuk memperpanjang kredit tambahan bagi lembaga microfinance yang akan menjangkau lebih banyak lagi komunitas yang belum mengenal perbankan serta membiayai semakin banyak lembaga-lembaga mikro. "Meningkatkan akses terhadap layanan keuangan merupakan inti dari pendekatan Bank terhadap kegiatan pembiayaan yang berkelanjutan," kata Global Head Financial Institutions Group StandChart, Peter Heidinger dalam keterangan tertulis.

Kerja sama dengan ADB, lanjutnya, akan membuka jalan bagi lebih banyak lagi pembiayaan bagi microfinance dan mendukung sektor tersebut saat mulai bangkit dari siklus kesulitan ekonomi.
"Kami berharap program ini dapat bermanfaat bagi sekitar 30 lembaga microfinance di Asia," katanya.

Dia mengatakan StandChart telah mendukung sektor microfinance di Asia, Afrika dan Timur Tengah sejak 2005. Sejak Desember 2012, StandChart telah mengeluarkan dana 970 juta dolar Singapura untuk membiayai 73 mitra lembaga microfinance yang tersebar di 17 negara serta memberi dampak terhadap 6,4 juta orang dengan mayoritas kaum perempuan.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
410 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...