Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Toyota Cetak Laba Pertama di Eropa Sejak 2007

Selasa, 05 Maret 2013, 10:13 WIB
Komentar : 0
AP
Toyota (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Pabrikan raksasa mobil Jepang, Toyota, di Eropa berbalik membukukan laba pada tahun keuangan 2012-2013 setelah lima tahun merugi. Demikian diungkapkan seorang pejabat senior Toyota pada Senin (4/3) di Pameran Motor Internasional Jenewa.

"Ini akan menjadi pertama kalinya sejak 2007 bahwa Toyota akan menjadi membuat keuntungan di Eropa," kata kepala operasi Toyota untuk Eropa, Didier Leroy kepada wartawan.

Selama sembilan bulan pertama tahun keuangan Toyota -- yang berjalan mulai April 2012 sampai akhir Maret 2013 -- raksasa otomotif ini mengatakan pihaknya telah menghasilkan 209 juta euro atau sekitar 272 juta dolar AS.

"Kami akan kembali memperoleh laba dalam bisnis otomotif kami di Eropa," Leroy memperkirakan. "Dan tidak ada pertanyaan, kita akan menguntungkan pada 2013," tambahnya.

Sektor otomotif Eropa mengalami kelesuan akibat krisis ekonomi yang melanda benua itu, dengan penjualan keseluruhan diperkirakan turun sebesar tiga persen tahun ini menjadi 11,5 juta kendaraan, termasuk pasar penting Rusia.

Toyota mengandalkan peluncuran model baru -- terutama mobil jenis hybrid -- untuk mendukung pengirimannya. Leroy mengatakan target Toyota adalah menjual satu juta kendaraan di Eropa pada 2015.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
1.498 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Cina Patok Angka Pertumbuhan 7,5 Persen