Ahad , 03 September 2017, 13:16 WIB

Meski Bahaya, Dompet Dhuafa Potong 20 Sapi di Kamp Rohingya

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Qommarria Rostanti
Dok Dompet Dhuafa
Tim Dompet Dhuafa membawa hewan kurban untuk disembelih di kamp pengungsi Rohingya, Myanmar.
Tim Dompet Dhuafa membawa hewan kurban untuk disembelih di kamp pengungsi Rohingya, Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, SITTWE -- Dompet Dhuafa membawa amanah dari para pekurban di Indonesia ke kamp pengungsi Rohingya di Sittwe, Myanmar. Meski berbahaya dan akses cukup sulit, 20 ekor sapi dari para pekurban di Indonesia yang diamanahkan melalui Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa harus sampai ke tangan yang berhak di Myanmar.

"Misi kemanusiaan kali ini lebih berisiko dan mendebarkan," kata Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Shofa melalui keterangan tertulisnya, kepada Republika.co.id, Ahad (3/9) 

Shofa mengatakan, sebelumnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memberikan informasi mengenai situasi di Myanmar dalam dua pekan terakhir yang cukup berbahaya. Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa diminta mempertimbangkan misi menyampaikan amanah dari para pekurban di Indonesia ke Muslim Rohingya. Akan tetapi mengingat amanah para pekurban sudah diterima Dompet Dhuafa, maka mereka merasa harus menyalurkannya ke Muslim Rohingya.

Dompet Dhuafa melalui proses panjang dan berliku dalam mencari mitra lapangan untuk mengakses lokasi yang dijaga militer. Akhirnya Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa tiba di lokasi kamp pengungsian Muslim Rohingya. 

Dia menyebut, perjuangan Dompet Dhuafa tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya harus meneliti kondisi hewan kurban yang sesuai untuk dikurbankan. Kemudian harus memikirkan bagaimana caranya memasukkan hewan kurban tersebut ke wilayah kamp pengungsian Muslim Rohingya di Sittwe. "Alhamdulillah, Allah memudahkan. Ringkasnya, akhirnya hewan berhasil kami masukkan ke kamp pengungsian dan disembelih untuk para pengungsi pada Sabtu," ujarnya.

Shofa menceritakan, masyarakat di kamp pengungsian menyambut baik hewan kurban dari pekurban di Indonesia. Sebab, sebelumnya pemerintah setempat melarang umat Muslim Rohingya melaksanakan kurban. Bahkan di kota besar seperti Yangon, tidak ada pemotongan hewan kurban saat Idul Adha.

Dia menyebut, adanya kurban di kamp pengungsian kali ini diharapkan bisa menjadi pelipur lara dan sumber bahagia bagi etnis Rohingya di Sittwe dan sekitarnya. Dompet Dhuafa sangat berterimakasih kepada para donatur atau pekurban yang mengamanahkan hewan kurban untuk disalurkan ke camp pengungsian Rohingya melalui Dompet Dhuafa.

Sekretaris II Sosbud KBRI di Yangon, Yasfitha Febriany Murthias mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa dan pera pekurban di Indonesia. "Kami sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di sini, selalu membuka tangan untuk bersinergi dalam mengatasi krisis kemanusiaan ini," ujarnya.

Yasfitha mewakili pemerintah Indonesia untuk menjembatani penyaluran hewan kurban di Myanmar. Dia berharap, hadirnya kurban kali ini di kamp pengungsian akan terus membawa berkah untuk Muslim Rohingya sehingga proses perdamaian cepat selesai.