Senin , 07 November 2016, 14:11 WIB

Kuwait Wakafkan 1.000 Alquran Digital Braille untuk Tuna Netra Jawa Barat

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Agung Sasongko
Republika/Wihdan
Alquran Braille
Alquran Braille

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Yayasan Baitul Al Khairiyah menyalurkan bantuan wakaf Al Quran Digital Index Braille kepada 1.000 tuna netra di Jawa Barat. Bantuan wakaf diberikan oleh sebuah lembaga bantuan sosial dari Kuwait, Intenational Islamic Charity Organization.

Kegiatan amal yang terselenggara di Trans Convention Centre ini menghadirkan 1.000 penyandang tunanetra yang berasal dari yayasan ITMI, PERTUNI, PERTAPI, dan Wiyata Guna. Ketua Yayasan Baitul Al Khairiyah Nadia Bawazir mengatakan penyaluran bantuan ini atas dasar kepedulian terhadap kaum tuna netra. Melihat jumlah penduduk yang disabilitas netra masih cukup banyak di Jawa Barat.

"Menurut data, tunanetra di Jawa Barat merupakan kumlah tuna netra yang paling banyak jumlahnya di Indonesia. Oleh karena itu kami ingin membantu saudara-saudara kami yang tunanetra untuk memperoleh kesempatan dan kemudahan yang sama dalam menuntut ilmu agama khususnya dalam membaca Alquran," kata Nadia di Trans Convention Center, Senin (7/11).

Nadia menyebutkan bantuan disalurkan untuk 18 kota kabupaten di Jawa Barat. Di antaranya Bandung, Cimahi, Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Tasikmalaya. Penyaluran Alquran Braille dari Kuwait juga disebutkannya merupakan kali kedua. Setelah sebelumnya juga disalurkan 300 Alquran Braille pada Februari lalu.

Bantuan donatur tunggal dari Kuwait ini diharapkan Nadia dapat membantu para tunanetra untuk bisa mempelajari, memahami, dan mengamalkan Alquran dengan sebaik-baiknya. Tak terhalang oleh keterbatasan fisik yang dimiliki.

"Semoga menjadi pedoman hidup kita semua sebagai Muslim. Saya berharap kepada tuna netra agar Alquran ini bisa bermanfaat bisa diamalkan dan selalu akan dibaca," ujarnya.

Nadia menuturkan Alquran Braille yang diberikan dalam bentuk elektronik. Di mana bisa didengarkan melalui alat yang akan melantunkan ayat-ayat suci. Ini dikatakannya jauh lebih berguna karena banyak penyandang tuna netra yang tidak bisa huruf braile.