Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

ACT Bentangkan Spanduk Solidaritas untuk Suriah di Bundaran HI

Jumat, 22 Februari 2013, 10:04 WIB
Komentar : 0
Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membentangkan spanduk di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta sebagai bentuk solidaritas untuk korban tragedi kemanusiaan akibat konflik di Suriah.

"Kami ingin menunjukkan dan mengajak masyarakat Indonesia supaya peduli terhadap korban kemanusiaan yang akibat konflik di Suriah," kata Direktur Hubungan Masyarakat ACT M Feri Kuntoro di sela-sela aksi di Jakarta, Jumat (22/2).

Feri Kuntoro mengatakan tragedi di Suriah tidak semata-mata konflik DI internal negara itu. Namun lebih luas adalah bencana bagi kemanusiaan karena banyaknya korban yang didominasi perempuan dan anak-anak.

Menurut dia, sejak konflik di negara itu berlangsung 1,5 tahun lalu, sekitar satu juta orang telah menjadi korban dengan 70 ribu diantaranya meninggal dunia.

"Kami ingin mengajak masyarakat peduli. Di tengah kondisi Indonesia yang damai saat ini masih ada saudara-saudara kita di Suriah yang menjadi korban dari konflik dan perang," tuturnya.

Feri mengatakan ACT sudah mengirimkan tim relawan yang terdiri atas empat tim media, tiga dokter dan satu perawat, serta dua orang relawan nonmedis. Bersama tim relawan itu, ACT juga mengirimkan bantuan uang sebesar Rp500 juta.

"Bantuan yang dikirimkan itu murni dihimpun dari masyarakat. Saat ini kami masih menghimpun dana untuk pengiriman bantuan gelombang kedua," katanya.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada korban konflik kemanusiaan di Suriah, kata dia, bisa menghubungi ACT atau mentransfer melalui nomor kontak dan rekening yang tercantum di situs web ACT.

Spanduk yang dibentangkan aktivis ACT antara lain bertuliskan "Suriah, Indonesia Bersamamu", "Suriah Terluka Dunia Berduka", "Tragedi Suriah Bencana Kemanusiaan", "Buka Mata Buka Hati Untuk Suriah" dan "Ayo Berbuat Untuk Suriah".


Redaktur : Damanhuri Zuhri
Sumber : antara
1.551 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...