Senin, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

IMZ Adakan Seminar Wakaf

Rabu, 04 Juli 2012, 15:09 WIB
Komentar : 1
Republika/Prayogi
Nana Mintarti.
Nana Mintarti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bertempat di Ruang Pertemuan Paramadina Graduate School, The Energy Tower-22 Floor, SCBD Jakarta, Kamis (28/6), Institut Manajemen Zakat (IMZ) mengadakan Seminar Nasional Wakaf dengan tema “Strategi dan Pengelolaan Wakaf Produktif di Indonesia.”

Seminar yang diikuti 80 peserta dari lembaga pengelola wakaf, institusi pendidikan, aparatur negara dan masyarakat umum menghadirkan Prof Dr Amin Suma (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), H. Cholil Nafis, Lc, MA (Badan Wakaf Indonesia), Urip Budiarto (Tabung Wakaf Indonesia) dan Ustadz Muhammad Rofiq Lubis (Yayasan Wakaf Al-Azhar) sebagai narasumber.

''Tujuan dari seminar nasional wakaf ini adalah untuk menggali kekhasan dan pengalaman-pengalaman lembaga wakaf dalam mengelola aset produktif, serta menjadi satu wadah silaturahim lembaga-lembaga wakaf,'' jelas Nana Mintarti, Direktur IMZ, Selasa (3/7).

Dekan Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Amin Suma mengharapkan kehadiran lembaga-lembaga wakaf, dengan didukung potensi umat Islam yang sangat besar ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi setiap lapisan masyarakat di seluruh dunia. Untuk itu perlu ada sinergi, komunikasi, dan koordinasi  antar lembaga wakaf dan zakat yang ada, tanpa bergantung pada satu-dua lembaga besar saja.

Acara yang dihadiri tak kurang dari 80 peserta yang datang dari pelbagai lembaga pengelola wakaf, institusi pendidikan, aparatur negara dan masyarakat umum tersebut turut didukung oleh Baitul Maal Paramadina, Yayasan Wakaf Al-Azhar, dan Tabung Wakaf Indonesia. "Seminar ini bertujuan agar pengelolaan wakaf ke depan jauh lebih profesional dan mengarah pada pemberdayaan ekonomi rakyat," ujar Nana.



Reporter : Damanhuri Zuhri
Redaktur : Chairul Akhmad
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Militan Palestina Serang Sinagog, Netanyahu Bersumpah Akan Membalas?
Serangan militan Palestina terhadap sinagoga di Yerusalem semakin meningkatkan ketegangan Israel-Palestina. Menurut pengamat penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian Israel atas kesejahteraan pemuda Palestina...