Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wakaf Pengusaha Wujudkan Pesantren Daqu

Selasa, 22 Mei 2012, 22:12 WIB
Komentar : 0
pppa.or.id
Sketsa bangunan pesantren Daarul Quran di Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG – Sejatinya, zakat, wakaf mau pun sedekah sangat berperan bagi umat Islam, termasuk dalam pengembangan pendidikan Islam.

Dan itulah yang terjadi Ahad (20/5) lalu di Dusun Suruan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Berkat wakaf dan sedekah para pengusaha baik yang ada di Semarang, Jakarta dan kota lainnya, di lokasi tersebut segera berdiri Pesantren Daarul Qur'an (Daqu).

Pimpinan Pesantren Daarul Qur'an Ustadz, Yusuf Mansur, bersama-sama Syekh Muhammad dari Madinah serta pengusaha H Cahyawan, H Muhammad Yunus, dr Sagirah dan Sholikun meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan pesantren tersebut.

Menurut Tarmizi, Direktur Eksekutif PPPA (Program Pembibitan Penghafal Al-Qur'an), Pesantren Daqu berdiri di atas lahan seluas tiga hektar. ''Biaya pembangunan seluruhnya mencapai Rp 14 miliar meliputi asrama, kelas, masjid dan sarana lainnya,'' jelasnya.

Ia menambahkan, lahan tanah ini tidak wakaf, PPPA Daarul Qur'an membelinya. Sumber dananya dari sedekah dan wakaf. ''Insya Allah, proses pembangunan ini didukung para donatur PPPA yang ada di Semarang juga beberapa pengusaha yang sudah berkomitmen,'' ujarnya.

Ustadz Yusuf Mansur sebelum peletakan batu pertama menegaskan, pada saatnya nanti calon-calon murid dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sebisa mungkin diarahkan ke kantong-kantong pesantren di daerah seperti Pesantren Daarul Qur'an Semarang.

Yusuf Mansur lalu mengutip pertanyaan H Cahyawan, yang membiayai sebagian besar pembangunan Pesantren Daarul Qur'an ini. ''Di setiap keberkahan pasti ada keuntungan, tapi  belum tentu di setiap keuntungan ada keberkahan. Alquran membimbing kita,'' ujarnya.




Reporter : Damanhuri Zuhri
Redaktur : Chairul Akhmad
3.424 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...