Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bagaimana Cara Mengobati Rasa Sakit Hati?

Wednesday, 26 January 2011, 14:15 WIB
Komentar : 0

Pertanyaan

Pak ustadz,
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Saya seorang istri dan sekaligus seorang ibu bagi anak-anak saya.Selama ini saya bekerja keras membantu suami,dan bisa dibilang pendapatan saya lebih besar dari suami. Di awal 2010 saya merasakan perubahan pada suami saya.Menurut cerita yang saya dapat, suami saya memiliki WIL( wanita idaman lain). Sebagai seorang istri yang tidak diberi belanja oleh suami, pasti saya marah sekaligus benci. Tapi demi anak-anak,saya tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga.  Saat ini suami saya sudah berubah karena mengalami kebangkrutan tetapi saya tetap berusaha membantu dia.

Yang mau saya tanyakan :
1.Kenapa luka yang ditimbulkan karena ulah suami saya ini tidak sembuh-sembuh,bagaimana agar sakit hati ini cepat sembuh.

2.Bagaimana agar saya tetap ikhlas menerima suami saya lagi.

3.Apakah berdosa bila terbersit di hati saya untuk bercerai?

Terima kasih

Yanti


Jawaban

Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah SWT merahmati kita semua

1.Untuk mengobati luka hati :
 -Perkuat iman, terutama iman pada qodlo' dan qodar Allah, yakni bahwa hal itu terjadi hakikatnya karena Allah mengijinkan terjadi meskipun secara syariah-Nya tidak boleh, jadi untuk apa terus sakit hati

-Perkecil harapan pada manusia, insyaallah berkurang rasa sakitnya
-Lihatlah suamai dari sudut kebaikannya, jangan sudut negatifnya
-Banyaklah berdzikir dan berdoa. Terutama istighfar

2.Agar bisa ikhlas menerima suami lagi :
-Pertebal iman terutama pada Rububiyah Allah. Segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah SWT
-Perkuat visi hidup, Bahwa hidup bukan untuk salaing menyakiti tetapi untuk berbuat sebaik-baiknya, dan di depan Anda ada peluang untuk berbuat sebaik-baiknya yakni dengan menerima suami
-Lupakan kasus yang menyakitkan itu dengan cara mengalihkan ke kasus yang lebih menyenangkan
-Banyak berdoa dan berdzikir terutama la ilaha illallah.

3.Jika ada alasan yang dapat dibenarkan, maka seorang wanita dapat diijinkan untuk mengajukan cerai. Persoalan menjadi lain bahkan bisa dosa kalau tidak ada alasan yang dapat dibenarkan menurut syariah.

Ustadz Muchsinin Fauzi, LC
Pertanyaan : ustadz@rol.republika.co.id

Redaktur : Mohamad Afif
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...