Rabu, 21 Ramadhan 1436 / 08 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Kenapa Sholat Jumat Hanya Wajib Bagi Laki-laki?

Jumat, 21 Januari 2011, 15:03 WIB
Komentar : 0

Pertanyaan

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Saya mau tanya:

1. Kenapa shalat jum'at hanya diwajibkan bagi kaum laku-laki?
2. Bagaimana hukumnya memegang dan membaca al-Qur'an bagi orang yang sedang berhadast?

 

Jawaban

Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah SWT merahmati kita semua

1.Kalau merujuk teori dasar dalam penetapan hukum Islam, masalah ini adalah masalah hukum ghoir makna, yaitu hukum yang penetapannya tanpa ada alasan yang dapat kita ketahui, dengan bahasa lain, ya demikianlah syariah menentukan. Sebagai seorang muslim tugasnya taat. Maksimal yang dapat kita lakukan adalah mencari hikmah di belakang hukum tersebut. Untuk diketahui, adanya hikmah atau tidak adanya hikmah dari sebuah hukum tidak mempengaruhi hukum.

2.Jika bicara hikmah , maka salah satu hikmah yang bisa saja muncul adalah
 -Shalat jumat adalah shalat dimana laki-laki berkumpul di masjid, maka sebagaimana shalat jamaah, laki-laki yang paling memiliki kemudahan untuk itu,
 -Tidak diwajibkannya wanita karena dianggap lebih bisa menjaga fitnah.
 -Hal ini juga sejalan dengan prinsip dasar dalam hukum dan budaya Islam bahwa wanita lebih banyak melakukan sesuatu tidak di muka umum, makanya shalat fardlu bagi mereka lebih baik dirumah,

3.Karena ini hikmah maka tidak bisa dibalik , misalnya jika tidak ada fitnah, misalnya apakah wanita wajib shalat jumat. Jawabannya jelas tidak.

4.Untuk kasus memegang qur'an bagi yang berhadas. Jika hadas besar maka sama sekali tidak boleh. Jika hadas kecil maka sebaiknya tetap tidak memegang. Kecuali dalam kondisi terpaksa. Hal ini untuk menjaga kemuliaan al-Qur'an.

Ustadz Muchsinin Fauzi, LC
Pertanyaan : ustadz@rol.republika.co.id

Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Libatkan Allah SWT dalam Kondisi Apa Pun
JAKARTA — Ustaz Abdoel Rochimi mengatakan bahwa semua tendensi atau kecenderungan pada satu hal yang ada pada diri kita haruslah melibatkan Allah SWT.    “Jangan...