Selasa, 6 Zulhijjah 1435 / 30 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Rabu, 09 Desember 2009, 21:32 WIB

Hukum Usaha Warnet dan Rental PS

Pertanyaan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Ustadz, saya punya usaha warnet dan rental Playstation 2 (PS2). Meskipun tidaks emua, namun terkadang dari pengunjung warnet saya ada yang buka situs-situs porno, sementara pengguna rental PS2, ada yang taruhan atau judi. Yang jadi pertanyaan saya adalah:
1. Bagaimana hukum uang yang saya dapatkan tersebut?
2. Bagaimana caranya agar uang yang saya peroleh itu bisa berkah?
3. Jika harus mengeluarkan zakat bagaimana perhitungannya, mengingat saya juga harus membayar cicilan ke bank?

Mohon penjelasan ustadz, agar saya bisa berusaha dengan tenang dan memberikan rizki yang bersih dan berkah kepada keluarga. Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Jawaban

Wa'alaikum Salam Wr.Wb.

Semoga Allah memberkahi kita semua.

1. Hukumnya tergantaung aturan keuangannya, jika bercampur jadi haram semua, jika dipisah maka yang dari hal haram hukumnya haram, yang subhat ya subhat, yang halal ya halal. Saya sarankan saudara pisahkan sebaik mungkin antara yang halal, yang haram dan yang subhat. Tentu ini karena dari awal usaha ini diniatakan degan cara halal, Perkara haram tadi datang sebagai sesuatu yang baru, Tapi jika konsepnya dari awal memang menyediakan fasilitas haram maka beda hukumnya, bisa dianggap usaha haram karena sudah tdak lagi dapat dipisahkan.

2. Agar uang saudara barokah, pertama, pastikan usaha anda halal, jika ada hal haram yang masuk maka pisahkan dan jangan pernah disentuh, penggunaanya ada fiqhnya sendiri.
Kedua, keluarkan zakat secara rutin. Ketiga, keluargkan sadaqahnya, Keempat, berdoalah kepada Allah agar rizki saudara diberkai Allah.

3. Perhitungan zakatnya, pendapatan kotor per tahun, dikurangi biaya dan hutang (cicilan berjalan, bukan hutang secara keseluruhan), muncullah keuntungan, dari situ ambil 2,5 % nya. Ada pendapat yang lebih berhati-hati, yaitu dengan menghitung zakat dari pendapatan kotor, sebelum dikurangi cicilan. Saudara bisa pilih.
Wa Allahu a'lam
Berita Terkait:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))