Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Thursday, 20 August 2009, 02:14 WIB

Hukum Talak Istri Sedang Haid

Pertanyaan Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya mau tanya beberapa hal sebagai berikut,

1. Saya pernah mengatakan "nanti tak ceraikan kamu" dalam kondisi marah tapi hanya gertakan dan tidak berkeinginan menceraikan. Apakah talaknya telah jatuh?

2. Menurut surah al-Thalaq ayat 2 dan 3, apakah kehadiran 2 saksi itu suatu kewajiban atau tidak? Mohon ditunjukkan dalil-dalilnya.

3. Saya pernah menceraikan istri saya dengan 2 orang saksi, tetapi istri saya dalam kondisi haid. Apakah talak tersebut jatuh atau tidak, menurut surah al-Thalaq ayat 1 itu sudah dijelaskan kondisinya. Terus apabila jatuh, mohon dalil-dalilnya dan apakah ada masa iddahnya?

Mohon jawabannya....
   
Demikian terima kasih.

   
Natsir


Jawaban

Wa'alaikum Salam Wr. Wb.

Alhamdulillah kita bisa silaturrahim.

Berikut ini jawaban atas beberapa pertanyaan Anda
 
1. Kata "nanti tak ceraikan kamu", kelihatannya belum memenuhi unsur jatuhnya talak, karena adanya kata nanti, maka dianggap Anda belum menjatuhkan kecuali nanti. Saya kira kata tersebut lebih bernada ancaman dibanding keputusan. Semoga Allah memaafkan kita.

2.  Secara tekstual kehadiran saksi dalam surah at-Thalak adalah wajib. Demikianlah pendapat sebagian Ulama. Dalilnya jelas ada perintah hadirnya saksi dalam surah tersebut. Tetapi ada pendapat bahwa kehadiran saksi dalam urusan cerai tidak wajib hukumnya. Dalilnya, yang berlaku di zaman Nabi dalam urusan cerai adalah tanpa hadirnya saksi. Dalil yang kedua, logika (qiyas), yaitu bahwa cerai adalah hak lelaki, jadi jatuh tidaknya tidak terkait dengan hadirnya orang lain. Menurut pendapat yang kedua ini bisa jadi perintah di ayat tersebut dianggap sunnah, bukan wajib

3. Mejatuhkan talak pada istri yang sedang haid hukumnya haram atau bid'ah. Artinya, thalaq tersebut tidak boleh dilaksanakan. Dalilnya, hadits Rasulullah yang melarang seorang lelaki menjatuhkan talak sedang istrinya dalam keadaan haid. Jika terjadi mereka harus ruju' kemudian masuk masa suci dan jika ingin menceraikan ceraikan saat suci itu dan tentu dengan baik-baik. Wa Allahu a'lam bi shawab
Berita Terkait:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))