Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kuota Haji Resmi Dinyatakan Penuh

Senin, 15 Juli 2013, 17:29 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
Anggito Abimanyu
Anggito Abimanyu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Yeyen Rostiyani

JAKARTA -- Kementerian Agama RI menetapkan pada Senin (16/7) bahwa kuota calon haji 2013/1434 H dinyatakan sudah penuh.

"Jadi hari ini kuota haji telah terpenuhi. Masyarakat diharapkan tidak lagi meminta permohonan penambahan kuota," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, kemenag, Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers, Senin.

Sebanyak 575 calhaj reguler yang sudah lunas menunda keberangkatannya. Alasannya antara lain mereka sudah berhaji, alasan kesehatan, dan terpisah dari keluarga inti. Mereka yang terpisah misalnya istri yang terpoisah dari suaminya atau anak yang terpisah dari orang tuanya.
 
"Mereka secara sukarela meminta ditunda," kata Anggito.

Kuota mereka yang kosong secara otomatis terisi oleh calhaj yang sudah lunas, berdasarkan nomor urut pendaftaran. Sedangkan jumlah haji khusus yang mengundurkan diri dengan alasan sama adalah 594 calon haji. Semua calhaj reguler dan khusus yang menunda secara sukarela akan diprioritaskan untuk berangkat 2014/1435 H.

"Semoga masyarakat bisa menerima dan bersabar untuk mempersiapkan keberangkatannya tahun depan. Khususnya mereka yang terpisah dari keluarga inti, tahun depan bisa bersama-sama," kata Anggito.

Anggito juga menegaskan, pengisian kuota yang kosong tersebut dilakukan secara otomatis dan dilakukan oleh sistem. "Tidak ada campur tangan individu atau pejabat dalam pengisian kuota ini," katanya.

Masyarakat dapat mengakses dan mengetahui nama jamaah yang bisa berangkat melalui www.haji.kemenag.co.id atau menghubungi telepon: 5600425.

Untuk calhaj di daerah yang kesulitan akses internet, Anggito mengatakan Kanwil Kemenang setempat akan menginformasikan kepada calhaj yang bersangkutan. Total jumlah calhaj yang akan berangkat adalah 168.800 orang, dengan rincian 155.200 calhaj reguler dan 13.600 calhaj khusus.


Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar