Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Buku Memoar Wartawan Haji Diluncurkan

Kamis, 14 Maret 2013, 18:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan selamat kepada Redaktur Republika Online, Endah Hapsari sebagai salah satu penulis buku

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku tentang kenangan wartawan yang meliput perhelatan ibadah haj tahun 1433 H diluncurkan, Kamis (14/3).

Buku berjudul 'Talbiyah di Tanah Haram' ini merupakan tulisan jurnalis peliput prosesi ibada haji tahun 2012 selama berada di Tanah Suci.

Buku itu berkisah tentang pengalaman wartawan yang berisi cerita-cerita unik saat meliput haji. Sebanyak 57 tulisan disajikan dengan bahasa khas masing-masing penulis. Ada 18 petugas Media Center Haji (MCH) yang terlibat dalam penulisan kisah-kisah seputar ibadah haji ini.

Hadirnya buku ini, dinilai untuk memberi rasa lain tentang penyelenggaraan haji. Berbeda dengan tulisan jurnalis di media massa, tulisan dalam 'Talbiyah di Tanah Haram' lebih menyentuh sisi-sisi humanis dari tiap peristiwa.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan dirinya menyesal lahirnya buku ini bukan sejak awal dirinya menjabat. Menurutnya apa yang disajikan dalam buku memoar wartawan haji ini sangat indah.

"Indah dengan bahasanya, peristiwa dan kisah unik yang sangat humanis," kata Suryadharma dalam acara peluncuran buku 'Talbiyah ditanah haram' di Jakarta, Kamis (14/3).

Dalam sambutannya yang dituliskan dalam buku itu, Suryadharma menyebut tiga hal menarik setelah membaca tulisan pegiat MCH. Pertama, kata dia, ibadah haji adalah cita-cita ibadah, sosial dan kultural dari jutaan muslim di Indonesia dari berbagai strata sosial. Kedua, banyak usaha yang dilakukan seperti dari sisi moral, spiritual dan bahkan material oleh calon jamaah haji untuk melakukan perjalanan haji.

"Ketiga, meskipun menghadapi masalah adaptasi fisik, sosial, kultural dan keterbatasan pelayanan, jamaah tetap bersemangat menuntaskan seluruh prosesi ibadah haji dan pulang menjadi haji yang mabrur," kata Suryadharma Ali.

Buku yang terdiri dari 261 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan didistribusikan oleh Mizan Media Utama.

Sang editor, Anggito Abimanyu yang juga Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) mengatakan, penulis mengikhlaskan royalti dari hasil penjualan buku ini untuk disumbangkan. Artinya, kerja pegiat MCH untuk menuangkan tulisan sepenuhnya berlandaskan keikhlasan.

Tulisan dalam buku ini, menurut Anggito, sengaja dibuat ringan agar lebih mudah dimengerti.  Menurut dia, buku tersebut disajikan  dengan bahasa yang sederhana, dialogis, ringan, dan renyah.

"Ada kisah ritual, serius, kebahagiaan, kegembiraan, kesedihan, inspirasi, insiden serta keanehan selama di Tanah Suci," ungkap Anggito.

Setelah diluncurkan, buku 'Talbiyah di Tanah Haram' akan mudah ditemui di toko-toko buku. Sekali lagi, kata Anggito, tidak ada niat untuk mencari untung dari penulis, hanya untuk beramal dan beribadah.

Reporter : agus raharjo
Redaktur : Heri Ruslan
515 reads
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...