Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Kebijakan Arab Saudi yang Bikin Rugi Indonesia

Kamis, 29 November 2012, 01:14 WIB
Komentar : 0
Antara
Seorang jamaah haji tengah mengambil air zamzam.
Seorang jamaah haji tengah mengambil air zamzam.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH---Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, mengeluhkan sikap pemerintah Arab Saudi yang kerap membuat kebijakan haji yang sepihak. Ini terkait dengan penerapan sistem elektronik untuk mendata jamaah reguler seperti yang diterapkan pada jamaah haji khusus. ‘’Sistem kita belum siap,’’ ujar Anggito saat dihubungi Kamis (29/11).

Pemerintah Saudi sendiri berniat menerapkan kebijakan itu pada 2013 mendatang. Padahal, untuk membangun sistem elektronik serupa membutuhkan waktu. ‘’Pemerintah Saudi seringkali membuat kebijakan sepihak tanpa memperhatikan kepentingan negara lain,’’ lanjutnya.

Menurut Anggito, selama ini sistem elektonik seperti itu sudah diterapkan untuk jamaah haji khusus. ‘’Sistem ini memungkinkan karena jumlah jamaah haji khusus tidak terlalu banyak dan mereka semua terjangkau dengan internet,’’ ujarnya.

Berbeda dengan jamaah haji reguler yang biasanya datang dari segala penjuru Tanah Air dan belum tentu terjangkau oleh kecanggihan teknologi. ‘’Mereka disuruh datang untuk finger print saja pasti kesulitan,’’ lanjutnya.

 Selama ini, kata Anggito, sistem pendataan untuk jamaah haji reguler tidak berlaku kaku. ‘’Jika ada yang batal, kita akan isi lagi dengan jamaah haji lain.’’

Jika sistem elektronik tersebut diterapkan, maka tidak ada lagi sistem pengisian kuota akhir. Menurut Anggito, selama ini sistem kita menggunakan urutan untuk pengisian kuota akhir. Jika ada yang batal terus diganti urutan berikutnya dengan sistem itu. ‘’Jika sistem elektronik diterapkan, tidak boleh lagi ada sistem isi seperti itu. Akibatnya, dengan sistem baru itu dikhawatirkan akan semakin banyak kuota batal yang tidak bisa dipenuhi,’’ kata dia.

Menurut Anggito, pihaknya akan mempelajari dulu sistem ini dan mendiskusikan hal tersebut dengan pihak muasasah (perwakilan Kementerian Haji Saudi).  ‘’Saya juga belum tahu apakah hal ini bisa dinegosiasi atau tidak. Masalahnya membangun sistem ini tidak mudah karena sistem kita belum terintegrasi,’’ papar Anggito. N endah hapsari

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sikadut Jumat, 7 Desember 2012, 13:05
bukan mempersulit tp memperbaiki,,pemerintah indo dan penyelenggara haji lah yg hrs instropeksi diri,,
  Sinta marito Sabtu, 1 Desember 2012, 07:48
Setujuu..harusnya mulai bebenah,org pintar di negri kita byk,masak ikt sistem ky gt aja mst bth wkt berthn2 ya...
  henry Jumat, 30 November 2012, 06:30
sudah benar haji itu hrs ke arab saudi krn mmg pemerintah nya sungguh-2 benar mengurus nya, pemerintah kita aj yg dr dulu ngurus haji niat nya macam-2 ... ya siap ndak siap ikutin aj pak anggito kl ndak siap/mau yg naik haji ke tempat lain aj yg msh bs di-kongkalikong-in ...
  nur Kamis, 29 November 2012, 23:12
hooaaaammmmh.... ngantuk. MAU NAIK HAJI AJA KOK REPOT, RUWET. HAJI ITU IBADAH BUKAN NIAT JADI PEJABAT TINGGI. sistem apapun asal MUDAH dan CEPAT dalam proses HAJI.
  joko Kamis, 29 November 2012, 20:24
Wajar sih orang depag nggak setuju, dengan menerapkan sistem ini nggak bisa lagi jualan porsi orang yang gagal berangkat. Jadi pengen terus pake sistem yang manual biar enak sulap selipnya