Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ngotot Bawa Air Zamzam, Inilah yang Dialami Jamaah Haji

Minggu, 18 November 2012, 12:58 WIB
Komentar : 0
aufaline
Air zamzam dalam kemasan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH---Gara-gara tetap nekat membawa air zamzam dalam koper, puluhan jamaah haji harus menerima nasib koper-kopernya belum diangkut di bandara.

Ketua Kloter SOC 64, Muhammad Niam, saat ditemui belum lama ini, mengungkapkan, semua ini bermula dari rasa iri. "Terus terang kami yang memakai pesawat Garuda ini iri dengan jamaah yang pakai Saudi Airlines. Mereka dapat 10 liter dan kami hanya 5 liter air zamzam," kata dia.

Niam mengaku pihaknya kesulitan memperingatkan jamaah, meski sudah diingatkan secara lisan maupun menggunakan tulisan yang berisi larangan. Mereka tetap nekad membawa air zamzam. "Mereka tetap membawa air karena dulu banyak yang lolos, itu alasan mereka dan membuat semua repot sekarang," katanya.

Namun, agaknya situasi saat ini berbeda. Akibatnya, saat ini ratusan air zamzam milik jamaah yang terpaksa ditinggalkan. Menurut kepala bagian penimbangan Hasan Basri, koper jamaah yang ditemukan ada air zamazam saat dilakukan penimbangan adalah jamaah SOC 63 dan SOC 64 embarkasi Solo.

Air zamzam tersebut sebagian sudah dimasukkan ke dalam koper dan ada sebagian yang tidak dimasukkan ke dalam koper. Bahkan, adapula pula air zamzam yang belum dimasukkan ke koper dan masih tersimpan di dalam kamar.  "Kita sebenarnya sudah memperingatkan melalui ketua kloter masing-masing agar menaati aturan," kata Hasan.

Petugas bagian penimbangan M. Noer Nuh Canafi menambahkan sebagian besar koper milik jamaah SOC 63 dan 64 membawa air zamzam. Saat akan ditimbang petugas sudah curiga dengan koper-koper tersebut. Ternyata setelah diperiksa dan dibuka berisi air zamzam.  "Kalau diangkat akan terasa sekali kalau tas itu berisi air dan beratnya akan beda kalau isinya bukan air," katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
5.435 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...