Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Saudi Mulai Siapkan Penyambutan Haji 2013

Monday, 12 November 2012, 14:15 WIB
Komentar : 0
 Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10).  (Hassan Ammar/AP)
Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Belum usai musim haji tahun 2012, pemerintah Saudi sudah mempersiapkan pelayanan haji di Tahun 2013 pada Sabtu (10/11).  Pertemuan Komisi Pusat Haji yang dilangsungkan di Makkah dipimpin langsung oleh Gubernur Makkah, Pangeran Khaled Al-Faisal.

Pangeran menekankan, semua departemen dan lembaga yang melayani jamaah haji yang datang untuk dapat meninjau serta memperbarui rencana kerja mereka secara terus menerus.

"Pertemuan Panitia Kepengurusan Haji harus dilangsungkan setiap awal tahun. Untuk pertama kali, saat ini kita meninjau kembali laporan tentang pelaksanaan haji. Aspek positifnya diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut, sedangkan aspek negatif diperbaiki dan diantisipasi di masa depan." Kata pangeran yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Pusat Haji, seperti dilansir Arabnews, Senin (12/11).

Beberapa aspek positif yang tercatat pada musim haji tahun ini adalah tidak adanya penyebaran penyakit menular, kecelakaan, ketersediaan pelayanan haji di tempat-tempat umum. Tak hanya itu, pemerintah Saudi menilai lancarnya kedatangan dan keberangkatan jamaah haji di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tingginya biaya untuk haji domestik yang menyebabkan banyaknya para hujjaj yang memilih jalan ilegal. Pangeran juga menekankan pentingnya pertemuan para komite pelayanan haji untuk menggelar pertemuan secara periodik demi memantau persiapan musim haji berikutnya.

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Dewi Mardiani
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...