Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Travel Kelana Tour Bantah tak Dapat Visa

Senin, 22 Oktober 2012, 18:25 WIB
Komentar : 0
Republika/Rakhmawaty
Jamaah haji Indonesia (ilustrasi).
Jamaah haji Indonesia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 56 calon jamaah haji (calhaj) yang mendaftar dari PT Borgo Kelana Tour and Travel masih berada di hotel Nusa Indah, sekitar bandara Soekarno-Hatta. Mereka adalah calhaj yang belum berangkat dari 76 calhaj yang rencananya diberangkatkan.

Rencananya mereka akan diberangkatkan tanggal 17 dan 19 Oktober melalui bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 19 calhaj sudah dapat diberangkatkan. Namun, pihak travel membantah calhaj dari travelnya terlambat berangkat karena tidak memeroleh visa. Pasalnya, jatah visa haji yang diperoleh Kelana Tour harusnya 1.000 dari total kuota yang ada untuk haji khusus.

Direktur Human Resource Development PT Borgo Kelana, Irwan Kelana, mengatakan keterlambatan calhaj untuk berangkaat ke Tanah Suci, karena ada permasalahan di stempel visa. Menurutnya, visa yang diajukan Kelana Tour sebanyak 76 untuk calhaj sudah disetujui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia sejak 14 Oktober lalu.

Namun, visa tersebut masih belum berlaku, jika tidak ada stempel kantor kedutaan. Irwan menegaskan, pihaknya tidak akan memberangkatkan calhaj ke Jakarta kalau kepastian visa tidak ada. "Kita punya kuota visa haji 1.000 dan umroh 15.000, bagaimana bisa tidak dapat," tegas Irwan, Senin (22/10).

Dengan kuota haji yang diberangkatkan tahun sebanyak 76 orang, tambah Irwan, masih banyak kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi ke Kelana Tour. Masalah yang membuat calhaj terlambat berangkat, karena ada kendala saat stempel paspor dan visa. Namun, masalah itu sudah dapat diatasi. Sebab pihak kedutaan sudah memastikan visa itu hari Minggu kemarin.
 
Rencananya, dari 56 calhaj yang daftar melalui Kelana Tour, 51 orang akan diberangkatkan Selasa (23/10) sore. Seorang calhaj mengundurkan diri karena tidak berangkat bersama suami. Sedangkan 5 orang lainnya juga mundur dan akan pulang ke kampung halamannya sore ini. Irwan menambahkan, bagi calhaj yang mengundurkan diri, semua biaya yang telah disetorkan ke Kelana Tour akan dikembalikan paling lambat satu bulan.

"Mereka juga tetap mendapat umroh gratis dari kita Februari tahun depan," kata Irwan. Irwan menambahkan, bagi yang tetap berangkat, juga akan mendapat gratis umroh tahun depan. Antara Kelana Tour dan calhaj sudah membuat kesepakatan, Ahad (21/10) siang kemarin. Kesepakatan itu terkait keterlambatan keberangkatan mereka ke Tanah Suci.

Atas keterlambatan ini, tambah Irwan, calhaj dimasukkan menjadi haji non-kuota oleh pemerintah Arab Saudi. Padahal, sebenarnya mereka termasuk dalam kuota haji khusus oleh pemerintah. Kelana Tour juga harus menanggung biaya tambahan karena biaya haji non-kuota sebesar 9500 dolar AS atau sekitar Rp 95 juta. Padahal, rata-rata calhaj hanya membayar Rp 50 juta sampai Rp 75 juta. Kalaupun ada yang membayar Rp 90 juta, itu hanya sedikit, tambah Irwan.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Dewi Mardiani
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar