Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Di Jateng, Daftar Tunggu Keberangkatan Haji sampai 2021

Selasa, 14 Februari 2012, 22:11 WIB
Komentar : 2
AP
Jamaah haji ibarat semut mengelilingi Kabah, Senin (7/10)
Jamaah haji ibarat semut mengelilingi Kabah, Senin (7/10)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Antusiasme masyarakat muslim di Jawa Tengah untuk menunaikan rukun Islam kelima, yakni Haji, sangat tinggi. Terbukti, masyarakat muslim yang mendaftar haji tahun ini di provinsi tersebut, diperkirakan baru dapat berangkat paling cepat sembilan tahun lagi. 

Bahkan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah mencatat, daftar tunggu calon jamaah haji di Jawa Tengah hingga tahun 2021.

"Umat Islam yang mendaftar pada tahun ini, diperkirakan baru bisa berangkat sembilan tahun lagi," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah Imam Haromain Asy'ari di Semarang, Selasa (14/2).

Menurut dia, dengan daftar tunggu selama itu, jumlah umat yang sudah mendaftar telah mencapai lebih dari 200 ribu orang. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat Jawa Tengah untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci cukup tinggi.

Bahkan, kata dia, terdapat tiga daerah yang pendaftarnya paling banyak yakni Kota Semarang, Kabupaten Brebes, dan Jepara. Ia menilai, banyaknya calon haji yang akan berangkat tersebut tidak lepas dari kemudahan sistem pendaftaran.

"Pendaftaran sudah terkomputerisasi melalui sistem 'on line'," katanya.

Pada musim haji 2011, kata dia, Jawa Tengah mendapat kuota sekitar 29.650 orang. Jumlah tersebut, menurut dia, bisa bertambah, tergantung keputusan pemerintah Arab Saudi jika memungkinkan penambahan.

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Antara
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar