Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

1.450 Calhaj Jatim Belum Lunasi BPIH

Rabu, 07 September 2011, 16:17 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Sebanyak 1.450 calon haji Jawa Timur belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2011 senilai 3.612 dolar AS (Rp31 juta), hingga Rabu siang.

"Hingga hari kedua pelunasan BPIH tahap kedua masih tercatat 32.679 calhaj yang sudah melunasi BPIH," kata Kabid Dokumentasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Hj Hikmah Rahman di Surabaya, Rabu.

Didampingi staf Siskohat PPIH Embarkasi Surabaya Edy Susilo, ia menjelaskan kuota haji untuk Jatim sebanyak 34.129 orang, sehingga calhaj yang belum melunasi BPIH hingga hari kedua pelunasan BPIH tahap kedua ada 1.450 calhaj.

"Hingga batas akhir pelunasan BPIH tahap pertama pada 26 Agustus lalu masih tercatat 2.366 calhaj yang belum melunasi, tapi ke-2.366 calhaj itu tinggal 1.450 calhaj yang belum melunasi," paparnya.

Bagi calhaj yang belum melunasi, akan ditunggu hingga pelunasan tahap kedua berakhir pada 9 September, namun pelunasan tahap kedua itu sudah dapat diikuti calhaj yang sudah pernah haji.

"Kalau pelunasan BPIH tahap pertama hanya khusus calhaj yang belum pernah haji," ucapnya.
Namun, katanya, kalau hingga batas akhir pelunasan BPIH tahap kedua masih ada yang belum melunasi, maka kebijakan selanjutnya diserahkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI.

"Yang jelas, kuota Jatim untuk tahun ini sudah mendapatkan tambahan dari 33.935 orang menjadi 34.129 orang, namun daftar tunggu haji di Jatim masih cukup tinggi, karena kuota haji Jatim sudah terisi hingga 2019," tuturnya.

Artinya, masyarakat yang mendaftar haji setelah kuota haji tahun 2019 habis pada 5 Maret 2011, maka pendaftar selanjutnya akan tercatat sebagai calhaj Jatim yang berangkat pada tahun 2020 dan seterusnya.

"Secara nasional, 'waiting list' haji di Jatim sangat tinggi, karena mencapai sekitar 9-10 tahun, sehingga calhaj yang mendaftar di atas 50 tahun, biasanya tidak jadi berangkat, karena sudah meninggal terlebih dahulu," ujarnya, menjelaskan.

Ia menambahkan penyelenggaraan haji di Jatim sudah menerapkan standar pelayanan minimal dengan diterimanya sertifikat ISO 9001:2008 tentang Standart Mutu Pelayanan pada 30 Juni 2011.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...