Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

272 Calon Jamaah Haji Sumbar Belum Lumasi ONH

Minggu, 28 Agustus 2011, 18:09 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat mencatat sebanyak 272 orang dari 4.494 calon jemaah haji (CJH) provinsi itu belum melunasi pembayaran ongkos naik haji (ONH) 2011.

"Calon jemaah haji yang sudah melunasi hingga akhir tahap pertama pada 26 Agustus 2011 berdasarkan data sistem komputer haji (siskohaj) embarkasi-debarkasi Padang sebanyak 4.222 orang," kata Kepala Bidang Haji Kemenag Sumbar Jaferi Jarap kepada ANTARA di Padang, Ahad (28/8).

Ia menjelaskan, bagi calon jemaah yang belum melunasi ONH masih ada kesempatan setelah Lebaran Idul Fitri mulai yakni pada 6-9 September yang merupakan masa pelunasan ONH tahap II.

Apabila sampai akhir tahap II masih belum melakukan pelunasan ONH, maka dipastikan akan masuk tahap III yang kuotanya akan diperebutkan di pusat. Artinya peluang bagi calon jemaah melalaikan tipis sekali.

"Kita imbau agar calon jemaah haji segera melunasi di tahap II nanti. Kita jjuga sudah mengirimkan surat melalui Kemenag kabupaten dan kota," katanya.

Selain itu, informasi melalui media massa juga diharapkan dapat mengingatkan calon jemaah haji untuk melakukan pelunasan ONH. "Kita juga sudah mengingatkan pihak perbankan tempat pembayaran ONH supaya dapat memberi tahu para nasabahnya," katanya.

Menyinggung tahapan persiapan haji Sumatera Barat pada 2011, Jaferi menambahkan, pembuatan paspor calon jemaah haji sudah sampai 90 persen. Pihaknya optimistis sampai pertengahan September 2011 semua paspor CJH Sumbar sudah selesai dan sampai di siskohaj embarkasi/debarkasi Padang.

Bahkan, kata Jaferi, pengerjaan paspor CJH Sumbar merupakan yang tercepat atau mencapai 90 persen pada musim haji 2011. Menyoalkan masa tunggu jemaah haji di Provinsi Sumbar, Jaferi menyebutkan hingga kini sudah sampai pada tahun 2020.

Redaktur : Djibril Muhammad
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Masa Depan Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
WASHINGTON -- Salah satu tantangan terberat bagi Presiden RI Terpilih Joko Widodo adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai kendala struktural....