Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Daftar Tunggu Haji Pandeglang Sampai 2016

Jumat, 26 Agustus 2011, 19:29 WIB
Komentar : 2
Republika/Imam Budi Utomo
Pesawat pengangkut jamaah haji.
Pesawat pengangkut jamaah haji.

REPUBLIKA.CO.ID,PANDEGALNG--Daftar tunggu calon haji di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terisi sampai dengan pemberangkatan 2016.

"Calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai 4.000 orang lebih, atau sudah terisi hingga pemberangkatan 2016," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang Empik Muflikh di Pandeglang, Jumat.

Secara umum, kata dia, untuk seluruh kabupaten/kota di Banten, calon haji sudah banyak. Data sampai saat ini yang masuk daftar tunggu se-provinsi mencapai 50 ribu lebih.

Muflikh juga menjelaskan, seluruh calon haji yang masuk daftar tunggu itu telah membayar uang muka sebesar Rp20 juta ke bank yang ditunjuk.

Menurut dia, animo masyarat Pandeglang untuk menunaikan rukun Islam kelima itu cukup tinggi, semantara jatah yang diberikan untuk daerah itu relatif sedikit.

Untuk musim haji 2011, Kabupaten Pandeglang hanya mendapat jatah haji 763 orang dari pemerintah Provinsi Banten.

Di Banten, kata dia, kuota masih "dipegang" oleh provinsi dengan sistem pemberangkatan menggunakan pola "urut kacang" dari masing-masing kabupaten/kota.

Pada 2011, Provinsi Banten mendapat kuota haji 8.541 orang, dan dari hasil pengurutan tersebut, sebanyak 765 calon haji asal Pandeglang bisa diberangkatkan pada tahun ini.

Mengenai pemberangkatan, menurut dia, dapat dipastikan mulai 1 Oktober 2011 untuk kelompok terbang pertama gelombang pertama.

Muflikh juga menjelaskan, pada 2010 calon haji Kabupaten Pandeglang yang berangkat 762 orang, dan masuk dalam kelompok terbang (kloter) 39 dan sebagian tergabung dengan kloter 40 bersama calon haji dari Kabupaten Serang.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...