Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keputusan Penambahan Kuota Haji RI Diumumkan Juni

Senin, 25 April 2011, 18:36 WIB
Komentar : 1
AP
Jamaah Haji di Masjidil Haram
Jamaah Haji di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Pemerintah Arab Saudi akan menyampaikan keputusan soal tambahan kuota jamaah haji Indonesia pada Juni mendatang. “Belum ada kelanjutannya lagi (soal permintaan RI untuk tambahan kuota), Insya Allah Juni,” kata Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Slamet Riyanto.

Slamet menjelaskan kuota jamaah haji Indonesia  2011 dipastikan belum bergeser dari kuota dasar 2010. Tahun lalu, kuota haji yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi sebesar  211.000  jamaah. Sebanyak  17.000 dialokasikan untuk untuk jamaah haji khusus.

Pemerintah, kata Slamet, mengajukan permintaan penambahan kuota berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik bahwa jumlah penduduk Indonesia saat ini 237. 600.000 jiwa. Jika dibulatkan menjadi 238 juta jiwa, maka sesuai dengan aturan 1/1000 maka selayaknya kuota Indonesia sebanyak 238 ribu. 

Slamet memaparkan kuota haji regular telah didistribusikan ke provinsi yang ada. Di tingkat kabupaten penentuan kuota ditentukan oleh Gubernur mengacu pembagian tahun lalu. 

Berikut rincian kuota haji per provinsi: Aceh (3,924), Sumut (8,234), Sumbar (4,498), Riau (5,044), Jambi (2,634), Sumsel (6,360), Bengkulu (1,614), Lampung (6,282), Bangka Belitung (913), DKI Jakarta (7,084), Jabar (37,620), Jateng (29,657), DI Yogyakarta (3,091), Jatim (34,165), Banten (8,541).

NTB (4,494), Kalbar (2,339), Kalteng (1,349), Kalsel (3,811), Kaltim (2,819), Sulut (700), Sulteng (1,758), Sulsel (7,221),Sultengg (1,683), Gorantalo (891), Maluku (710), Maluku Utara (1,065), Papua (1,065), Sulbar (1,443), Kepulauan Riau (992), Papua Barat (710), Bali (639), dan NTT (650).

Reporter : Nashih Nasrullah
Redaktur : Johar Arif
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
SBY: Twit Saya yang Terakhir Kepada Para Followers
JAKARTA -- Jelang serah terima jabatan, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan salam perpisahan melalui akun twitter miliknya, Senin (20/10).  Dalam tweetnya, SBY beserta Ani...