Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Biro Haji Resmi Uruskan Tiket dan Visa Jamaah Haji Nonkuota

Saturday, 06 November 2010, 17:01 WIB
Komentar : 0
Ibadah haji/ilustrasi
Ibadah haji/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Sebanyak 250 jamaah haji nonkuota tiba di Makkah, Jumat (5/11) sore. "Rombongan jamaah kami sebanyak 33 orang datang bareng dalam rombongan itu. Ada juga dari biro lainnya," ujar Jundullah, dari Jauharoh Tour & Travel.

Lima jamaah Jauharoh yang dititipkan bus yang mengangkut kloter 70/SOC yang diberangkatkan dari Surabaya, dibawa ke kantor Misi Haji Indonesia. Jauharoh tak memiliki izin sebagai penyelenggara haji. ‘’Kami bekerja sama dengan sebuah biro perjalanan haji di Jakarta yang memiliki izin resmi menyelenggarakan haji khusus,’’ ujar Jundullah, dari Jauharoh.

Menurut Jundullah, yang mengurus visa dan tiket di Jakarta adalah biro perjalanan haji resmi itu. Jundullah yang menerima mereka di Makkah dan mencarikan rumah atau hotel, sesuai paket yang dipilih jamaah. ‘’Yang punya saudara di sini, kami titipkan kepada keluarga mereka. Yang tidak kami sewakan rumah yang tidak laku atau hotel,’’ ujar Jundullah.

Di Arafah nanti, kata Jundullah, mereka akan ditempatkan di maktab yang ditempati jamaah biro haji resmi itu. Jundullah mengaku sudah berkali-kali memberangkatkan haji, dengan nama biro perjalanan yang berbeda. Ia mengakui tak memakai kuota haji, yang penting dapat visa haji. ‘’Di Arab ini, dari mana pun datangnya jamaah, bik yang kuota maupun nonkuota, di sini akan tetap dilayani. Tak ada perbedaan. Saya dulu juga sering ikut cara ini,’’ ujar Jundullah.

Jundullah menjelaskan untuk memberangkatkan jamaah haji nonkuota, pihaknya membuat harga yang berbeda untuk kelas yang berbeda. ‘’Ada yang berangkat dengan paket Rp 100 juta, Rp 70-80 juta.Yang ini berangkat dengan biaya Rp 30-an juta,’’ jelas Jundullah.

Muslih bin Turin Sumo mengaku harus membayar 38 juta. Yasin As’ad mengaku membayar Rp 55 juta. Mustofa bin Maskur (11 tahun) yang berangkat bersama kedua orang tuanya juga harus membayar harga dewasa, Rp 38 juta. UU Haji No 13 Tahun 2008 tak membolehkan anak-anak naik haji. ‘’Sesuai syariah, tak ada larangan anak-anak ikut haji,’’ ujar Jundullah.

Kepala Daker Makkah, Cepi Supriyatna, menyatakan petugas haji perlu mendapat kepastian dari Jauharoh bahwa mereka tidak akan ditelantarkan. Kepada Cepi, Jundullah menyatakan, biro haji Jakarta memastikan telah menyediakan tiket pulang dan makan selama di Arafah.

Reporter : pryantono oemar dari Makkah
Redaktur : irf
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...