Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jamaah Non-Kuota Mulai Datang

Friday, 29 October 2010, 22:11 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Menjelang puncak haji, kedatangan jemaah haji non kuota mulai terlihat dengan ditandai kedatangan Karsa Bin Lakiman (71), yang mengaku berasal dari Banten. Karsa diantar ke Daerah Kerja (Daker) Mekah oleh petugas dan ketika ditanya petugas mengaku bertolak ke tanah suci melalui jasa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Marifat.

Ia tampak kebingungan menjawab pertanyaan sejumlah petugas. Sesekali ia menjawab pendek dengan bahasa sunda, tentang kenapa ia bisa sampai berada di Daker.

Ia pun tak pandai berbahasa Indonesia. Jawabannya juga membingungkan. Ia sempat mengatakan ditahan selama empat hari di Jedah. Namun keterangan dari pihak Yayasan Marifat, rombongan mereka baru tiba beberapa jam yang lalu di Arab Saudi.

Untuk memperoleh jawaban memuaskan tentang bagaimana sebenarnya yang terjadi pada diri Karsa juga sulit diperoleh dari Mulyati, yang mengaku dari pihak yayasan Marifat untuk menjemput bapak tua itu. Namun belakangan jawabannya, berubah, dan hanya mengatakan, ia cuma dititipkan saja oleh KBIH Yayasan Marifat.

Karsa berangkat ke tanah suci melalui jalur Non Kuota dengan biaya Rp 55 juta.Tetapi sesampainya di Jedah, ia terpisah dan kemudian dititipkan ke mobil rombongan UPG 22 Gorontalo, kata petugas Pengamanan sector 2 Muhammad Alkis.

Ketua Yayasan Marifat, Kholilah mengatakan, akan menjemput Karsa untuk umroh menyusul rombongannya .Ketika ditanya, apakah KBIH boleh mengorganisir perjalanan ibadah haji, Kholilah mengakui sebenarnya tidak diperbolehkan.

KBIH Marifat baru kali pertama memberangkatkan jamaah menjalankan ibadah haji ke tanah suci, membawa 97 jamaah, dan menempati pemondokan di Rehab Alazhar.

Reporter : Priyantono Oemar
Redaktur : Siwi Tri Puji B
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Polwan Berjilbab Harus Dilindungi Negara
JAKARTA -- Pemakain jilbab untuk polisi wanita hingga kini belum menemukan titik terang. Terkait hal tersebut, Ketua umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin...