Sunday, 29 Safar 1436 / 21 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kesalahpahaman Tentang Gagasan dan Formulasi Sufi (6)

Thursday, 20 September 2012, 13:14 WIB
Komentar : 1
waterdrop313.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Kecenderungan berikutnya, 'memperjuangkan' aktikitas keimanan. Ini kesalahan kuno. Al-Ghazali pernah diyakini di Barat sebagai teolog Katholik Abad Pertengahan.

'St Jehosaphat' telah ditunjuk sebagai Budha, dan 'St Charalambos' dari Yunani dinyatakan tidak lain dari guru darwis, Haji Bektash Wali, yang mendirikan aliran Bektash. Pendeta Kristen abad kelimabelas, Therapion, adalah penyair, darwis Turabi.

Perkembangan-perkembangan seperti itu sudah terlihat di negara-negara Timur, dimana pengikutnya, seringkali berkarakter cukup menyenangkan, menghormati kaum Sufi, mempertahankan bahwa kekunoan mereka adalah Sufisme yang sebenarnya.

Pada gilirannya, ini merupakan problem yang menjengkelkan dan tidak dikenal secara luas oleh orang-orang Barat yang tertarik pada warisan Sufi. Dihadapi dengan penerimaan atau penolakan, meyakinkan bahwa hal itu pasti Sufisme karena begitu banyak orang yang secara lokal menganggap demikian, sejumlah murid bereaksi secara serentak atau total, penerimaan tanpa kritik.

Di Inggris, untuk tidak membicarakan negara Barat lain, terdapat contoh: 'sindrom konversi Sufi' –kadang dalam kasus person yang tidak berhubungan, siap dicetak untuk 'bukti' bahwa cara pemujaan ini, sebagaimana yang mereka lihat diantara penganut ekstasi, merupakan sesuatu yang diterima di Barat.

Hal itu dapat memberi sensasi yang luar biasa, membandingkan keadaan ini dengan situasi hipotesis suatu wilayah yang belum berkembang dimana gagasan-gagasan maju sudah merembes, tetapi—melalui informasi yang kurang akurat dan kurang sistemik—telah diadopsi oleh penduduk setempat dengan sikap yang dangkal dan tidak menguntungkan.

Diantara komunitas yang belum berkembang, salah satunya tertarik untuk berpikir dalam istilah 'Cargo Cult', dimana para anggotanya membuat replika pesawat terbang dari kaleng, diyakini bahwa benda-benda tersebut secara magis menghasilkan suplai barang-barang bagus dari langit.



Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah/Media Isnet
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...