Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keterbatasan Pendekatan Kontemporer Terhadap Sufisme (1)

Tuesday, 11 September 2012, 13:17 WIB
Komentar : 0
trekearth.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Masalah besar dari persoalan ini adalah kuatnya tendensi dewasa ini untuk menempatkan orang, benda, gagasan, ke dalam kategori-kategori spesialis.

Kategori-kategori ini mungkin memang baik—siapa yang dapat meninggalkannya?— tetapi ketika suatu persoalan yang tengah dipelajari dan hanya terdapat satu pilihan penamaan terbatas yang ditawarkan, pengalaman ini barangkali seperti apa yang pernah dikatakan Henry Ford bahwa, "Anda dapat memiliki mobil dengan warna apa pun, asal saja itu adalah warna hitam."

Dalam persoalan ini, di mana si peneliti sendiri bahkan mungkin tidak menyadari—keterikatannya dengan beberapa kategori—sesuai dengan kaum Sufi yang berusaha menyampaikan gagasan-gagasannya di luar kondisi ideal.

Berikut ini contoh ilustratif, dipilih dari pengalaman yang disebut terakhir. Saya berikan karena secara insidental—dan tidak dalam suatu 'sistem' yang dipaksakan—akan menjelaskan kepada kita sesuatu tentang pemikiran Sufi.

Dalam buku yang belakangan saya sebutkan, di antara banyak yang lain, bahwa gagasan-gagasan Sufi dan bahkan teks literal telah dipinjam atau terdapat di belakang teori-teori, organisasi dan ajaran-ajaran dari berbagai aspek seperti Keksatriaan dari St John of the Cross, St Teresa dari Avila, Roger Bacon, Geber, bapak kimia Barat—nama keluarga kaum Sufi—Raymond Lully the Majorcan, Guru Nanak, pendiri Sikhisme, Gesta Rumanorum, juga ajaran-ajaran kaum Veda dalam Hindu.

Prosedur-prosedur psikologi tertentu yang buruk juga telah memasuki literatur Barat tentang magis dan okultisme, sebagaimana gagasan dan proses psikologis yang legitimatif, kadang dianggap sebagai penemuan-penemuan paling baru.






Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah/Media Isnet
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tahun 2015 MLS Bertabur Bintang
WASHINGTON DC -- Setelah David Beckham bermain di MLS selama tahun hingga 2012, Thierry Henry yang masih bermain hingga saat ini, tahun 2015...