Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hakikat Ikhlas

Senin, 05 November 2012, 09:52 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Seorang siswa peserta pesantren Ramadhan menangis saat malam Muhasabah di Masjid Mukhlisun Bunga Tanjung, Lubuk Buaya, Padang, Sumbar, (Ilustrasi)

Sahabatku, hakekat ikhlas hanya Allah yang tahu, "Sirry min asroory" rahasia diantara rahasia-rahasia-Ku (Hadis Qudsi). Diantara tanda-tandanya adalah:

  1. Istiqomah, terus menerus beramal ibadah karena Allah, ada ataupun tidak adaorang, dipuji atau dihina
  2. Tidak GR (Ge Er) karena pujian, tidak sakit hati karena hinaan
  3. Pantang berkeluh kesah karena semuanya diputuskan Allah dengan rahmat, ilmu dan kebijakan-Nya sehingga tampak muka yang selalu senyum ceria
  4. Baik sangka dengan selalu memuji Allah atas segala hal yang terjadi
  5. "Qonaah" puas bukan hanya dengan nikmat-nikmat Allah tetapi atas segala keputusan Allah
  6. "Attawadu'" rendah hati
  7. "Assyahiyyu" belas kasih dengan kedermawan
  8. Semangatnya hanya pada yang halal
  9. Orientasi hidupnya akhirat
  10. Memaafkan dengan mendoakan yang menyakitinya
  11. Kalaupun dipuji ia balas dengan doa, "Ya Allah ampuni hamba dari apa yang dia tidak ketahui, jangan Kau hukum hamba karena pujiannya dan jadikan pujiannya lebih baik dari apa yang ia duga"
  12. Sibuknya asyik muhasabah diri, tidak tertarik mencari aib orang lain
  13. Hobbynya berbuat baik
  14. Wiridnya, istigfar, sholawat, "Rhodhitu billaahi Robba wa bilislaami diina wa bi Muhammadin Nabiyya wa Rasuulah
  15. Tenggelam dalam kelezatan taat
  16. Cinta dengan sunnah Rasulullah 
  17. Kuat tawakkalnya
  18. Rindunya pada Allah membuat ia mudah menangis


SubhanAllah. "Allahumma ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang Kau ikhlaskan, berilah rizki teragung dengan sifat ikhlas di hati, pikiran, lisan dan amal hamba, sucikan diri hamba dari sombong, riya, ujub dan semua penyakit hati...aamiin".

Redaktur : Slamet Riyanto
18.326 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...