Wednesday, 7 Zulhijjah 1435 / 01 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kriteria Suami Sholeh

Tuesday, 30 October 2012, 09:46 WIB
Komentar : 1
ANTARA
Prajurit TNI-AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) Konga disambut keluarga setibanya di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Jawa Timur (Ilustrasi)
Prajurit TNI-AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) Konga disambut keluarga setibanya di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Jawa Timur (Ilustrasi)

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu

Sahabatku, semua wanita pasti mendambakan suami yang sholeh, lalu apa saja kriteria?  Inilah diantara kriteria suami yang sholeh:

  1. Imam teladan dalam ketaqwaan, bukan hanya dicintai tetapi dihormati dan ditaatioleh istri dan anak anak
  2. Sangat kuat ibadahnya, seperti selalu berjamaah di masjd, membangunkan keluarganya untuk sholat malam, tadabburul Qur'an, tak pernah absen sholat dhuha, dan sebagainya
  3. Guru bagi keluarga, menjadwalkan serius dan rutin untuk pembinaan keluarganya
  4. Mencukupkan keluarganya dengan rizki yang halal
  5. Berakhlak mulia, penuh kasih sayang, rendah hati dan mesra dalam keluarga, "Gaulilah keluargamu dengan akhlak mulia " (QS 4:19). Rasulullah bersabda, "Sebaik baik kalian yang bersikap terbaik pada keluarga kalian, dan aku adalah bersikap terbaik pada keluargaku"
  6. Meringankan beban istri, seperti Rasulullah menjahit pakaian sendiri, memperbaiki sepatu sendiri dan memerah susu sendiri
  7. Mendengar dan menghargai pendapat istrinya
  8. Memanggil istri dengan panggilan manja, "Duhai bidadariku dunia akhirat"
  9. Tidak malu minta maaf kalau memang salah
  10. Membentengi keberkahan keluarga dengan sedekah dan mengasuh yatim
  11. Mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi generasi pewaris para Nabi
  12. Sering memberi ciuman dan hadiah kejutan
  13. Mengajak keluarga duduk di Majlis Ilmu dan bersilaturahim dengan ulama
  14. Kuat doanya untuk keluarga dan umat Rasulullah. "Duhai Robb kami, anugerahkanlah kami isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang yang bertakwa” (QS 25:74)
Redaktur : Slamet Riyanto
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...