REPUBLIKA.CO.ID, -- Ternyata, hanya satu kali membaca Alquran, Ayesha langsung jatuh hati. Lenyap sudah ketakutannya bahwa Islam akan menjadikannya seorang yang ekstrem. Hilang pula kegundahan hatinya, Islam akan merenggut kariernya di jagat model.
Saat membaca Alquran, Ayesha merasakan kitab umat Islam ini memiliki kandungan ilmu luar biasa. Ayesha pun merasa mendapat pencerahan dari Kalamullah ini.
"Awalnya saya khawatir menjadi ekstrem, tapi saat saya membaca dan mempelajari Alquran, pikiran saya mengalir begitu saja. Teori-teori tentang alam dan sains begitu menarik dibahas dan saya pun merasa tercerahkan,'' ujarnya.
Ayesha melanjutkan, ''Anda tak selalu dapat menjelaskan segala sesuatu secara ilmiah, tapi Islam membantu saya berkat Alquran," ungka Ayesha dengan wajah berbinar.
Semakin lama mempelajari Islam, semakin terang jalan pikiran sang model. Saat melihat para Muslimah yang mengenakan jilbab, Ayesha pun merasa simpati karena mereka tak mengumbar kecantikan yang dimiliki. Ia menyadari betapa Islam menghargai orang lain tanpa melihat orang itu secara fisik.
Hal itu sangat berbeda dengan dunianya sebagai model. Penghargaan hanya diberikan kepada wanita berparas cantik.
"Di masjid, wanita menutup kepala mereka dan berpakaian sopan, sehingga tak ada orang yang menilai Anda dari penampilan luar. Saya pun menyadari betapa banyak dari kita yang menghargai orang lain jika masyarakat menilai mereka cantik."
Bersyahadat
Pesona demi pesona yang dilihatnya dalam Islam membulatkan tekadnya untuk segera menjadi Muslimah. Keyakinannya telah terisi penuh, jalannya pun terasa mantap.
Maka, bersyahadatlah sang model berdarah Nigeria ini sekitar tiga tahun lalu. Nama Islam pun ia sematkan, yakni Ayesha untuk menggantikan nama sebelumnya, Eunice.
Di awal menjadi Muslimah, Ayesha dilanda kesulitan yang sangat. Saat itu, ia masih menjalani profesi sebagai model. Ia lalu minta nasihat dari seorang Muslimah. "Dia berkata, Islam bukanlah agama yang ekstrem. Jadi, jika saya merasa Islam terlalu ekstrem maka itu tidak benar."
Ayesha memutuskan bertahap dalam berislam. Ia berjilbab, tapi belum sepanjang waktu. Jika sedang bekerja sebagai model, ia pun bertekad tak akan memperagakan busana-busana yang seronok.
n