Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Terpesona Alquran, Jared: Kebenaran Itu Ada pada Islam

Senin, 11 Maret 2013, 05:00 WIB
Komentar : 0
kaligrafibambu.com
Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Jared seorang penganut Kristen. Namun, ia tidaklah menjalani kewajiban sebagaimana penganut Kristen lainnya. Ia hanya memandang ajaran Kristen sebatas tradisi.

"Saya memang merayakan Natal atau Paskah. Tapi urusan spiritual tidak jadi prioritas," kata dia seperti dikutip Onislam.net, Ahad (10/3).

Perkenalannya dengan Islam berawal dengan pemberitaan media massa AS. Saat itu, banyak informasi yang ia dapat. Ini yang membuatnya tidak perlu lagi berkomunikasi dengan Muslim.

Namun, cerita itu berubah ketika ia bekerja di sebuah pasar swalayan di  Fort Collins. Di sana, pandangan negatif tentang Islam yang banyak ia dengar dari pemberitaan media massa AS gugur dengan sendirinya.

"Satu alasan pengetahuan saya tentang Islam adalah karena media massa AS mengatakan pada saya ada orang di luar sana yang mencoba untuk menyakiti saya, dan orang itu disebut Muslim," kata dia.

Ia coba meredam apa yang diketahuinya dengan mempelajari agama dunia Timur. Ia pelajari Hindu, Sikh dan lainnya. Namun, Islam luput dari perhatiannya. Beruntung baginya, ada seorang Muslim yang membantunya untuk mempelajari tentang Islam. Muslim itu memberikannya salinan mushaf Alquran.

"Ketika saya membacanya, saya teringat dengan apa yang disampaikan dalam perjanjian lama," kata dia.

Setelah itu, ia coba untuk menggali lebih dalam. Ketika ia datang, tepat hari Jumat. Saat itu, setiap Muslim begitu sibuk, ada yang tengah membersihkan jalan-jalan, lalu ada yang menyiapkan karpet. Apa yang dilihatnya membuat Jared terkesan.

"Mereka seperti keluarga. Apa yang tengah mereka persiapkan," kata dia.

Dari sekian hal yang berkesan baginya adalah Islam meyakinkannya tentang hakikat kebenaran.  Ini yang tidak didapatkannya ketika bertanya tentang ajaran Kristen kepada pemuka agama.

"Nabi Muhammad sendiri mempersilahkan kita untuk bertanya tentang kebenaran Islam," kata dia.

Dari perbincangan itu, ia menyimpulkan, Islam adalah agama yang tepat. Tak lama, ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Usai mengucapkan syahadat, ia mencoba untuk memberitahu orang tuanya terkait keputusannya menjadi Muslim. Diawal, orang tua Jared tidak berkenan dengan keputusan buah hatinya itu. "Ibu saya selalu mengatakan Islam itu agama teroris. Hingga saat ini, ibuku belum menerima keputusanku," kata dia.

Meski begitu, hubungan kurang harmonis dengan orang tuanya tidak berdampak pada kerabatnya yang lain. Dalam setiap kesempatan, Jared selalu menjelaskan identitasnya. Ia katakan tidak lagi mengkonsumsi daging babi atau menenggak alkohol.

"Saya selalu mencoba untuk memberitahu siapa saya, dan tidak ada perubahan apapun terkait identitas baru saya," kata dia.

Itu pula yang dilakukannya di lingkungan pekerjaan. Ia selalu mencoba menjelaskan identitasnya sebagai Muslim. Ia tolak untuk menjual daging babi dan alkohol, kendati itu adalah tugasnya. "Saya akan melakukan apapun untuk tidak melanggar apa yang ditetapkan agamaku," tegasnya

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Heri Ruslan
23.915 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...