REPUBLIKA.CO.ID, -- Di samping itu, ada juga pesan yang pernah disampaikan ibunya, beliau tidak peduli jika dirinya menikah dengan seorang pengedar narkoba sekalipun, asalkan jangan dengan seorang Muslim.
Lalu, kenapa Susan kemudian memilih Islam? Ada nilai lebih yang ia dapatkan dalam agama yang dibawa Nabi Muhammad saw, yakni kedamaian dan kelembutan. Kebalikan dari yang pernah ia dengar sebelumnya.
Saat disuruh menjelaskan bagaimana ia bisa memutuskan menjadi seorang Muslimah, ibu dua anak ini menuturkan kepada harian The Star, ia tidak bisa mengingat secara pasti, apakah dia menemukan Islam atau Islam menemukannya.
Yang pasti, kata Susan, semua peristiwa tersebut tidak pernah ia rancang sebelumnya. ''Hari itu, saya menyetel televisi dan mendapati diri saya sedang asyik menyaksikan sebuah program mengenai Islam,'' ujarnya.
Sejak saat itu, berbagai artikel mengenai Islam di koran dan majalah selalu menarik perhatiannya. Tanpa disadarinya, ia mulai mempelajari agama Islam.
Ketika dalam proses pembelajaran tersebut, Susan justru menemukan sebuah kelembutan yang tidak pernah ia temukan. Lagi pula, ajaran Islam menarik baginya secara intelektual.
''Agama ini jauh berbeda dibandingkan agama-agama yang pernah saya pelajari dan selidiki,'' ungkap Susan penuh ketakjuban.
Ia melanjutkan, ''Dalam Islam, ternyata tidak mengenal yang namanya pemisahan antara pikiran, tubuh, dan jiwa seperti halnya yang pernah saya pelajari dalam agama Kristen,'' papar dosen sosiologi Universitas Monash, Australia, ini menjelaskan.
n